Prijanto Peringatkan Jokowi agar Hati-hati dengan Ahok

Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama
Sumber :
  • VoxPopnews/Fajar Ginanjar Mukti

Prijanto menegaskan bahwa penjelasannya ini sekaligus menjawab pertanyaan, mengapa dia mempersoalkan kasus Taman BMW setelah tidak jadi Wagub. Dia menegaskan sudah memimpin gelar perkara, karena pada 7 Oktober 2012 sudah turun jabatan.

img_title Ahok Ungkap Ide Soeharto Reklamasi Teluk Jakarta

"Berarti tinggal tiga minggu, jelas tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut," katanya.

Dari kasus perdata inilah, lanjut Prijanto, akhirnya juga diketahui ada tindak pidana umum dan tipikor. Mengutip Eggy Sudjana, dia menyebut bahwa persoalan perdata dan pidana di tahun 2013 sudah selesai.

img_title Ahok Akan Lanjutkan Reklamasi Teluk Jakarta

"Prijanto tidak urusan dengan masalah hukum tersebut, karena subjeknya pengembang dengan rakyat. Rakyat itupun bukan teman Prijanto," kata dia.

Aroma Korupsi

img_title Luhut Mau Kumpulkan Semua Pihak Terkait Proyek Reklamasi

Prijanto justru mencium aroma korupsi. Menurutnya, masalah tipikor itu subyeknya Pemprov dengan pengembang.

"Pemprov DKI tempat Prijanto pernah mengabdi. Prijanto merasa ikut memiliki. Pemprov DKI patut diduga dibohongi pengembang. Saat ini, Pemprov DKI takut dengan Podomoro," kata Prijanto.
 
Dia berpendapat, hanya orang buta huruf yang tidak tahu jika kewajiban Agung Podomoro kepada Pemprov DKI patut diduga bodong. Hanya orang dan pejabat takut miskin yang suka menjilat konglomerat hitam.

"Jika Ahok dan Trihatma Podomoro benar, mengapa tantangan saya taruhan Rp1 miliar atas dokumen Taman BMW tidak diladeni? Ahok bilang malas?" ujar Prijanto.

Prijanto menuturkan bahwa kasus ini hidup di era Sutiyoso-Fauzi Bowo, Fauzi Bowo-Prijanto, Jokowi–Ahok sampai dengan Ahok–Djarot. Saat ini, kasus sudah ada di bidang penindakan KPK.

"Demi keadilan dan tegaknya hukum, semoga bisa dibongkar bersamaan dengan kasus RSSW (RS Sumber Waras) dan Reklamasi Teluk Jakarta," katanya.

Dari sisi lain, Prijanto memiliki kecurigaan. Pertanyaan yang disampaikan Jokowi pada 27 Agustus 2013, mengandung penyesalan karena sudah mengeluarkan Keputusan Panitia Pembangunan Stadion.

"Kalau toh akhirnya ada keputusan sertifikasi yang patut diduga disponsori Agung Podomoro, Prijanto menduga Gubernur Jokowi telah ditelikung oleh Wagub Ahok dengan cerita lain," kata Prijanto.

Alasannya, dia mengungkapkan hubungan antara Ahok, Sunny, Agung Podomoro, lebih akrab dan duluan dibanding Jokowi dengan Agung Podomoro. Prijanto mengemukakan bahwa Ahok dan Sunny tahu kasus T BMW medio Juli 2013, artinya lebih dahulu tahu dari pada Gubernur Jokowi yang baru dilapori Prijanto, 27 Agustus 2013.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut