Fakta-fakta Saat Dokter Berusaha Selamatkan Nyawa Mirna
Dokter Ardianto mengatakan, kecurigaan keluarga atas kematian tak wajar Mirna diungkapkan saat meminta Ardianto untuk mengambil sampel cairan di lambung Mirna.
"Karena merasa ada (curiga) kematiannya diracun," kata Ardianto.
Menurut Ardianto, keluarga Mirna meminta cairan lambung diperiksa, setelah tidak ditemukannya tanda-tanda Mirna tewas karena pendarahan di otak, seperti dugaan sebelumnya.
"Saya sempat berbicara dengan seorang pria yang ternyata adalah suaminya. Diceritakan korban masuk rumah sakit itu kenapa. Mulai dari minum kopi, sampai masuk rumah sakit," kata Ardianto.
Kemudian, lanjutnya, saat itu ia melihat bibir Mirna sudah nampak kebiruan. Lantas, dirinya pun menawarkan orangtua yang tak lama tiba di lokasi untuk dilakukan CT scan pada Mirna.
"Apa ada pembuluh darah pecah. Ternyata tidak ada kelainan, semua normal," kata dia.
Namun, permintaan untuk mengambil carian lambung tak bisa dipenuhi. Karena menurut Ardianto, fasilitas medis di rumah sakit itu tidak menunjang tindakan autopsi.
"Saya sempat mensarankan agar dibawa ke rumah sakit lain untuk autopsi, saat itu yang terdekat hanya RSCM," katanya.
Selanjutnya... Hani Takut Senasib dengan Mirna...
Hani Takut Senasib dengan Mirna
Dokter Ardianto juga menceritakan, Boon Juwita alias Hani sempat dilanda ketakutan bakal mengalami nasib yang sama dengan Wayan Mirna, ketika tahu bahwa sahabatnya itu meninggal karena racun yang ada pada kopi yang diminum di Kafe Olivier.
"Dia bilang, ‘saya bisa mati juga ini', saya tenangkan Embak Hani, lalu dibaringkan di UGD (Unit Gawat Darurat). Lalu saya lakukan pemeriksaan tekanan darah, fisik. Kondisinya normal," kata Dokter Ardianto.
Menurut Ardianto, Hani berkata seperti itu karena mengaku sempat meminum es kopi Vietnam bersianida yang diminum Wayan Mirna.
"Mengaku sama saya minum juga. Saat awal kejadian, saya bertemu Hani, dia sempat panik," katanya.
Lalu, menurut Ardianto, untuk mengantisipasi keracunan serupa, dia memberikan resep obat yang harus dikonsumsi Hani.
"Saya resepkan Norit dan Laktasium. Norit berfungsi menyerap racun, laktasium adalah obat pencahar. Saya sarankan juga agar makan dan minum banyak supaya detoknya hilang secara alami," kata Ardianto.
