Ketika Mahasiswa Singapura Ingin Merasakan Kecopetan
- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Namun, karena mahasiwa yang nanti dikirim ke Singapura membawa citra baik kampus, maka hanya mahasiswa dan mahasiswi terpilihlah yang akan dikirimkan. "Yang berangkat ke sana dipilih, dites, termasuk psikotes, dan syukurlah sampai ke tahun 12 ini saya tidak pernah dengar masalah," katanya
Lebih lanjut, Edie mengatakan, sering beberapa unversitas dalam negeri yang juga melakukan tanda tangan MoU, namun realisasinya tidak ada. Tetapi, Unversitas Pancasila memanfaatkan betul kesempatan itu dan menjaga hubungan baik itu.
"Sekarang ada dubes kita alumni UP, kita katakan bahwa kami juga akan melakukan survei mendalam yang meneliti tentang ketenagakerjaan, disana kan banyak TKI dan masalahnya tak sedikit. Itu yang akan kami lakukan riset dengan fakultas hukum kita," timpalnya lagi.
Mencetak jiwa Pancasila
Kemarin, UP meluluskan sebanyak 1.753 wisudawan/wati dari jenjang pendidikan vokasi sampai dengan doktor yang terdiri dari tujuh fakultas dan sekolah pasca sarjana.
Terkait hal itu, Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono mengatakan, nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan dapat diimplementasikan oleh para wisudawan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan, keluarga, tempat kerja maupun lingkungan lainnya.
"Sejak didirikan pada 28 Oktober 1966, Universitas Pancasila sampai saat ini telah meluluskan sekitar 60.000 ahli madya, profesi dan sarjana dari berbagai strata dan berbagai program studi," katanya
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Siswono Yudo Husodo menambahkan, para wisudawan dapat menunjukkan prestasinya di masyarakat seperti yang telah ditunjukkan wisudawan-wisudawan sebelumnya.
"Belajar tidak hanya di bangku kuliah, tetapi yang utama adalah hidup dan berkarya untuk masyarakat yang merupakan proses yang tidak pernah berakhir," ujarnya.
