Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Dua Guncangan Gempa di Tuban

Gempa bumi magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Tuban, Jawa Timur.
Sumber :
  • BMKG

VoxPop – Dua kali guncangan gempa tektonik yang berpusat di Laut Jawa terjadi pada Kamis, 19 September 2019. Gempa awal terjadi pada pukul 14.06 WIB dan gempa kedua terjadi pada pukul 14.31 WIB. Selisih waktu kedua gempa ini 25 menit dengan jarak episenter 21 kilometer.

img_title Antisipasi Dampak El Nino ke Berbagai Sektor, Purbaya Siapkan Stimulus di Semester II-2026

Dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kalau gempa bumi ini memiliki parameter update dengan  magnitudo 6,1 dan magnitudo 6,0.

Episenter gempabumi pertama terletak pada koordinat 6,1 LS dan 111,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Gempa terjadi pada kedalaman 620 km.

img_title BMKG: Juli 2026 Jadi Juli Terkering dalam 35 Tahun

Episenter gempabumi kedua terletak pada koordinat 6,24 LS dan 111,84 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada kedalaman 623 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono.

img_title BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Musim Kemarau Lebih Panjang

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Daryono

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dalam (deep focus earthquake) yang dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di kedalaman tersebut," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Daryono, kepada VoxPopnews.

Kedua gempa bumi ini dirasakan di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima III MMI atau getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seperti truk yang berlalu.

Gempa juga dirasakan di Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Tuban, Trenggalek, Surabaya, Bandung II- III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Daryono menjelaskan, gempa hiposenter dalam yang melebihi 300 kilometer dinilai sebagai fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi. Gempa ini dirasakan dalam wilayah yang luas dari Bandung hingga Lombok. Hal ini disebabkan hiposenternya yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas.

"Patut disyukuri bahwa gempa tidak berdampak merusak, karena kedalaman hiposenternya yang sangat dalam sehingga energinya sudah mengalami pelemahan setelah sampai di permukaan bumi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut