Pelatihan Online Prakerja Dikritik, DPR: Buruh yang Di-PHK Butuh Makan

VoxPop – Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Sukamta mengkritik rencana pelatihan Kartu Prakerja melalui platform digital senilai Rp1 juta rupiah untuk setiap peserta dari total 3,55 juta rupiah manfaat yang akan diperoleh.

img_title Komisaris Brantas Abipraya Pastikan Proyek Kawasan DPR Paket I di IKN Rampung Sesuai Target

Saat ini, kata Sukamta, yang dibutuhkan para buruh yang di-PHK, pekerja informal yang kehilangan mata pencaharian karena terdampak virus corona adalah pemenuhan kebutuhan pokok bukan pelatihan secara online. 

Konsep Kartu Prakerja sejak awal, menurut Sukamta, sudah banyak dikritik karena dianggap tidak efektif memberikan solusi langsung berupa lapangan kerja. Adanya program ini jelas sangat tidak pas dan hanya akan buang-buang uang rakyat sebesar Rp5,6 triliun yang akan digunakan buat pelatihan. 

img_title Pakar Hukum: Istilah Pemulihan Aset Lebih Tepat Dibanding Perampasan Aset

"Saya minta kepada pemerintah rencana pelatihan kartu prakerja ini untuk ditangguhkan. Lebih baik anggaran 5,6 triliun rupiah untuk pelatihan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok para buruh yang di PHK serta pekerja sektor informal yang kehilangan mata pencaharian. Mereka saat ini butuhnya makan bukan pelatihan," kata Sukamta, Jumat 17 April 2020.

Dia juga menyoroti ramainya komentar masyarakat terkait pelatihan kerja secara online dalam kartu prakerja. Karena salah satu mitra paltform digital adalah Ruang Guru yang notabene salah satu pendirinya saat ini menjadi Staf Khusus Presiden. 

img_title Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat, Peserta Pria Wajib Kenakan Pakaian Sipil Lengkap

"Pelatihan secara online senilai 1 juta rupiah ini pun juga masih menjadi tanda tanya besar, berwujud apakah dan seberapa bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan. Mestinya dengan metode online nilainya juga bisa lebih murah,” kata dia 

Maka, lanjut dia, bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan platform digital yang jadi mitra pemerintah itu dengan dengan pelatihan senilai Rp5,6 tiliun. “Apakah ini elok dilakukan dalam keadaan pandemi ini?" tanya Sukamta.

Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini mengharapkan Pemerintah untuk lebih fokus mengatasi Covid-19 secepat-cepatnya agar dampak sosial dan ekonomi tidak berkepanjangan dan semakin besar.

Menurutnya berbagai kegiatan pemerintah yang tidak terkait langsung dengan penangan virus corona semestinnya ditangguhkan dan bisa dikerjakan di tahun depan seperti pembangunan ibukota baru serta berbagai proyek lainnya yang tidak bersifat mendesak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut