Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Polri Lanjutkan Proses Penyidikan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono
Sumber :
  • istimewa

VoxPop – Mabes Polri menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak seluruh dalil gugatan praperadilan Irjen Pol Napoleon Bonaparte atas status tersangkanya dalam kasus dugaan suap red notice terpidana Djoko Tjandra.

img_title Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Bulan Juli Turun 22,92 Persen

"Tentunya Polri menghormati semua proses hukum yang sudah berjalan selama ini," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.

Baca juga: Praperadilan Ditolak, Apa Langkah irjen Napoleon Selanjutnya?

img_title Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah! Praperadilan Didaftarkan, Kuasa Hukum Klaim Temukan Banyak Kejanggalan

Dengan adanya putusan itu, Argo menyebut proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Bareskrim Polri selama ini sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Dalam proses persidangan, kata Argo, tim Hukum Polri juga telah memaparkan sejumlah fakta yang menyatakan bahwa Irjen Napoleon Bonaparte diduga telah menerima suap dari Djoko Tjandra terkait penghapusan red notice.

img_title Tak Gentar Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Kejagung: Silakan Gugat

"Kami meyakini bahwa hakim telah mempertimbangkan seluruh fakta yang telah dipaparkan tim hukum dalam proses persidangan," ujar jenderal bintang dua ini. 

Oleh sebab itu, Argo meminta kepada seluruh pihak untuk menghormati apa pun hasil dari ketukan palu Majelis Hakim. "Polri selalu memberikan hak kepada siapa pun melakukan pembelaan dalam proses hukum yang berjalan. Namun, hakim telah memutuskan," ucap Argo.

Setelah putusan praperadilan, Argo mengungkapkan, pihaknya segera merampungkan berkas penyidikan perkara. Mengingat, penyidik Bareskrim Polri telah melimpahkan tahap I usai diperbaiki.

"Berkas perkara keempat tersangka dalam kasus ini sudah kembali dilimpahkan usai diperbaiki. Jika dinyatakan P21 atau lengkap, tentunya kami siap melakukan proses selanjutnya," kata Argo.

Hakim Tunggal Suharno menolak seluruh permohonan gugatan praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte terkait status tersangkanya dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. 

Dengan kata lain, penetapan status tersangka Irjen Napoleon Bonaparte oleh Bareskrim Polri dinyatakan sah.

"Menolak permohonan praperadilan untuk seluruhnya," kata hakim tunggal Suharno di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusannya, hakim berpandangan bahwa, penetapan status tersangka Napoleon Bonaparte telah memenuhi unsur pemenuhan dua alat bukti.

Selain itu, proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri juga sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Dengan begitu, hakim juga memutuskan bahwa membebankan semua biaya perkara kepada pemohon. "Membebankan biaya perkara senilai nihil. Tok," ujar Suharno.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut