Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Akan Ditetapkan Pekan Ini

Foto udara Gedung Kejaksaan Agung yang terbakar pada Sabtu malam 22 Agustus 2020.
Sumber :
  • ANTARA / ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VoxPop - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengatakan penyidik Bareskrim akan melakukan ekspose di hadapan jaksa peneliti terkait kasus dugaan pidana kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Rabu, 21 Oktober 2020.

img_title DPR Sebut Lembaga Urusi Perampasan Aset Harus Independen: Biar Enggak Tumpang Tindih

“Sore ini pukul 15.30 WIB, sesuai rencana penyidik ekspose di depan jaksa peneliti,” kata Awi di Mabes Polri.

Baca juga: DNA dan Sidik Jari Ungkap Kebakaran di Kejaksaan Agung

img_title Kejagung Buka Fakta Baru, 4 Perusahaan Don Ritto Diduga Jadi Tempat Money Laundering

Menurut dia, kegiatan ekspose ini dilakukan sebagai bentuk koordinasi agar proses penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2020, bisa berjalan dengan lancar.

“Karena memang nanti setelah berkas perkara ini selesai, dilimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum) dan beliau juga yang akan melakukan pemeriksaan berkas,” ujarnya.

img_title Siapa Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Adriansyah? Kejagung: Nanti Terungkap di Persidangan

Selanjutnya, Awi mengatakan penyidik akan kembali melakukan gelar perkara secara terpisah untuk menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Rencananya, gelar perkara dilakukan pekan ini.

“Penetapan tersangka nanti dilakukan gelar perkara sendiri secara internal, direncanakan pada hari Jumat, 23 September 2020, pagi. Kita sama-sama tunggu bagaimana hasilnya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Bareskrim Polri bersama Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung di Kantor Bareskrim pada Kamis, 17 September 2020.

Dalam gelar perkara tersebut, hadir Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana, Kepala Pusat Labfor Polri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim dan lainnya.

Akhirnya disimpulkan bahwa terdapat dugaan peristiwa pidana atas kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu 22 Agustus 2020 pukul 18.15 WIB. Sehingga, gelar perkara meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Karena dugaan sementara ada pelanggaran terhadap Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh karena itu, penyidikan dilakukan untuk meningkatkan saksi potensial menjadi tersangka.

Adapun bunyi Pasal 187 KUHP, bahwa barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Kemudian Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (ase)

Kobaran api masih terlihat di Blok Bantengan yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Penampakan Tim Gabungan Berjibaku Tangani kebakaran di Kawasan TNBTS

Balai Besar TNBTS masih belum bisa menyimpulkan dugaan penyebab kebakaran di Blok Bantengan yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut