Eks Dirut PT Pos Properti Indonesia Didakwa Korupsi Rp26,5 Miliar

Ilustrasi kasus hukum yang disidangkan di pengadilan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VoxPop – Mantan Direktur Utama PT. Pos Properti Indonesia, Sri Wikani didakwa kasus korupsi memperkaya diri sendiri dari kas negara senilai Rp26,5 miliar. Sri, diketahui diangkat menjadi direktur berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT. Pos Indonesia Nomor : 197/DIRUT/0114 tanggal 23 Januari 2014.

img_title DPR Minta Kemendagri Gencarkan Pembinaan Buntut Marak Kepala Daerah Korupsi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandung, Juliah menjelaskan, terdakwa memperkaya diri sendiri pada Juni sampai dengan Agustus tahun 2014. Perbuatan terdakwa disebut telah bertentangan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik pada Badan Usaha Milik Negara.

"Terdakwa menggunakan dana PT. Pos Properti Indonesia untuk kepentingan pribadi. Merugikan keuangan negara sebesar Rp26,5 miliar berdasarkan hasil pemeriksaan investigatif kerugian negara atas pengelolaan kas," ujar Juliah dalam dakwaannya, Rabu 10 Februari 2021.

img_title Rapor Merah KPK untuk Jawa Tengah: 5 Bupati Ditangkap karena Korupsi Sejak Awal 2026

Kasus korupsi itu terjadi berawal ketika terdakwa mendapat tawaran dari saksi Rudi Sanijan untuk program investasi dalam bentuk deposito di Bank dengan dana PT. Pos Properti Indonesia dengan janji bunga tinggi. Kemudian terdakwa dihubungi saksi Cece Riyanto yang mengaku sebagai marketing Bank Mandiri.

Cece, lanjut Jaksa, menawarkan produk deposito dengan janji akan ada premium fee sebesar 10 persen untuk terdakwa. Namun, dalam realisasinya dana kas perusahaan tidak digunakan untuk program deposito secara bertahap.

img_title KPK Setop Penyidikan 6 Kasus, Ada Sekjen DPR hingga Wamenkum Eddy Hiariej

Bahwa dalam Laporan Keuangan Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2014 diketahui bahwa pengeluaran dana PT. PPI (PT. POS Properti Indonesia) sebesar Rp26,5 miliar ditransfer ke rekening pribadi untuk memperkaya diri sendiri.

"Bahwa perbuatan terdakwa Sri Wikani selaku Direktur Utama dan saksi Akhmad Rizani selaku Direktur Keuangan PT. POS Properti Indonesia yang telah memperkaya diri terdakwa sendiri dan orang lain dengan cara menggunakan Dana PT. Pos Properti Indonesia untuk kepentingan pribadi terdakwa," katanya.

Akibat perbuatannya, Sri didakwa 20 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang RI nomor 20/2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung

Dinonaktifkan Sementara dari Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Meski Cuma 50 Persen

Kejaksaan Agung (Kejagung) menonaktifkan sementara Febrie Adriansyah dari statusnya sebagai jaksa buntut kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan dugaan korupsi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut