Respons Tjahjo Kumolo soal Mars dan Himne KPK Ciptaan Istri Firli
- KPK.go.id
Menurut Thahjo, sebagai motor transformasi dan reformasi birokrasi, Kementerian PANRB berperan penting untuk menanamkan pola pikir core values berakhlak dan employer branding bangga melayani bangsa. Tujuannya, agar nantinya setiap ASN dapat mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat serta menjadi role model bagi sesama rekan kerja dan masyarakat luas.
Berbagai upaya penguatan budaya kerja ASN dilakukan. Pengembangan budaya ASN juga terkait dengan upaya membangun berbagai instrumen dalam penguatan budaya, diantaranya kebijakan internal, penguatan budaya kerja ASN, rebranding logo instansi, pembuatan mars/himne instansi, termasuk slogan/moto, bahkan salam instansi.
"Kami di Kementerian PANRB secara internal juga melakukan penguatan dan internalisasi nilai berakhlak, melalui rebranding logo kami yang lebih dinamis, menguatkan employer branding Bangga melayani Bangsa, penyesuaian seragam kerja termasuk himne dan salam reformasi birokrasi," jelasnya.
Tjahjo menjelaskan, poin kolaboratif dalam berakhlak jadi salah satu hal yang harus diperhatikan. “Memberi kesempatan berbagai pihak untuk berkontribusi, juga terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah,” jelasnya.
Lirik pada mars dan himne KPK, berisi hal semangat kebangsaan serta ideologi bangsa yang merujuk pada satu tujuan, yakni Indonesia bersih dari korupsi. Hal itu tentu selaras dengan core values ASN pada poin loyal, yang menekankan pada memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta pemerintahan yang sah.
“Hentakan musik dan lirik dalam mars serta himne KPK saya harap memberi semangat pada seluruh pegawai KPK khususnya, dan seluruh jajaran pemerintah pada umumnya, untuk semangat memberantas praktik korupsi,” katanya.
