Alasan Istana Tak Mau Segera Ubah Status Pandemi Jadi Endemi

Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk lansia.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Pemerintah tidak akan tergesa-gesa memutuskan status pandemi COVID-19 menjadi endemi, meskipun beberapa indikator pengendalian COVID-19 terlihat ada perbaikan. Pemerintah akan melihat data science dan kalkulasi matang untuk mengambil keputusan status tersebut.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

"Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, Bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian," kata enaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo melalui keterangannya pada Rabu, 2 Maret 2022.

Menurut dia, pemerintah selalu monitor dengan detail perkembangan COVID-19 di Indonesia maupun negara lain. Selain itu, kata dia, pemerintah juga melibatkan para pakar dalam mengambil setiap kebijakan terutama dalam penentuan status pandemi.

img_title Tangis Ibu Santri yang Tewas Dibakar, Minta Tolong Prabowo, Singgung Dugaan Oknum Polisi dan Kemenag Tutupi Kasus

Baca juga: Digempur Rusia Habis-habisan, Ini Fakta Kekayaan dan Ekonomi Ukraina

Ilustrasi- Perawat COVID-19 sedang beristirahat

Photo :
  • ANTARA FOTO

img_title MA Korsel Tetap Vonis Eks Presiden Yoon Suk Yeol Penjara

"Jika memang data-data ilmiah dan analisa pakar menunjukan kondisi terus membaik, maka relaksasi juga akan semakin dibuka. Presiden tidak mau kita sampai kembali ke situasi pada awal pandemi," ujarnya.

Diketahui, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, jumlah kasus COVID-19 harian hingga pasien rawat inap terus menurun dari hari ke hari.

Total bed occupancy rate (BOR) COVID-19 pada Selasa, 1 Maret 2022, secara nasional turun menjadi 34 persen dari hari sebelumnya, yakni 35 persen. Begitu pula dengan kasus konfirmasi harian yang kembali turun menjadi 24.728 kasus.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bantah Mengundurkan Diri

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis berita yang menyebut Pezeshkian beberapa kali meminta pengunduran dirinya kepada Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut