10 Fakta Menyeramkan Ciremai, Gunung Tersakral di Jawa Barat
- id.wikipedia.org
Kini Gunung Ciremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNCC). Yang luasnya memiliki total sekitar 15000 hektare.
Sering Terdengar Suara Gamelan
Tak dipungkiri sebuah gunung tentu ada sisi menyeramkan yang jarang orang ketahui. Seperti yang ada di Gunung Ciremai ini. Di mana banyak ditemukannya suara-suara asing yang biasa terdengar di gunung tersebut. Tentu saja dengan adanya suara-suara ini membuat rasa penasaran para pendaki jadi bertambah.
Seperti sering mendengarnya suara gamelan khas Jawa di Gunung Ciremai ini. Lucunya, semakin kamu mendengarkan suara tersebut, makin lama juga suara gamelan Jawa itu kian menjauh.
Para pendaki meyakini, suara gamelan Jawa berasal dari lelembut penghuni pegunungan yang sengaja mengecoh konsentrasi para pendaki agar tersesat dari jalur utama. Benar-benar mengerikan bukan?
Adanya Tradisi Menghindari Makhluk Gaib
Seperti yang kita tahu, dalam mendaki sebuah gunung tentu ada hal-hal yang harus diikuti dan dilanggar. Seperti salah satu tradisi unik satu ini yang dibenarkan oleh seorang juru kunci Gunung Ciremai yang bernama Pak Maman.
Di mana dia kerap memberikan wejangan kepada para pendaki yang bertandang ke sana agar selalu menghentakkan kaki ke bumi sebanyak tiga kali sembari mengatakan salam agar bisa terhindar dari makhluk gaib.
Adanya Burung Jalak dan Tawon Hitam
Burung jalak dan tawon hitam semakin membuat Gunung Ciremai diselimuti sisi horor dan penuh keangkeran. Para pendaki nantinya bisa menemukan dua binatang ini saat berada di pos 6.
Keberadaan hewan tersebut sungguh misterius, seakan menjadi pemandu para pendaki saat ingin melintasi pos 6 menuju pos seruni. Jangan khawatir, binatang-binatang tersebut tidak akan mengganggu para pendaki selama proses pendakian.
Tanjakan Bapa Tere
Ini dia yang juga membuat para pendaki merasa janggal. Yakni adanya tanjakan yang disebut dengan tanjakan bapa tere. Ini merupakan salah satu tanjakan yang sangat bikin janggal keberadaannya.
Para pendaki nantinya akan melewati jalur ini saat akan menuju puncak melalui jalur Linggarjati di kawasan Kuningan. Konon katanya, di jalur tersebut kekuatan fisik akan diuji lantaran kamu harus menanjak dengan cara merangkak.
