Tsunami di Trunojoyo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Preskon Narkoba Teddy Minahasa
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

VoxPop Nasional – Awan gelap belum beranjak dari langit Trunojoyo. Korps Bhayangkara itu tengah dihantam berbagai masalah di internal mereka. Semua datang bertubi-tubi, bak tsunami yang menghantam dan meluluhlantahkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, Kepolisian RI. 

img_title Legislator DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Belum hilang ingatan publik dengan kasus mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang menyita perhatian nasional bahkan hingga dunia. Disusul lagi kegagalan Polri dalam mengantisipasi tragedi Kanjuruhan sehingga menewaskan 132 orang. 

Kali ini, seorang jenderal bintang dua Polri, jabatan Kapolda, ditangkap terkait kasus peredaran narkotika. Bahkan, sang jenderal diduga mengendalikan peredaran narkoba yang berasal dari penggelapan barang bukti pengungkapan kasus narkoba. Sangat mengejutkan! 

img_title Upaya Korlantas Polri Agar Pelayanan 110 di Ruas Tol Cepat, Tepat dan Terintegrasi

Keprihatinan ini direspons serius Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lewat surat telegram rahasia (TR), kepala negara memanggil Kapolri beserta seluruh pejabat utama Polri, Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia ke Istana Negara, Jumat, pekan lalu.  

img_title Buruh Apresiasi Komitmen Kapolri Kawal Aspirasi terkait RUU Ketenagakerjaan, KBPBI Sampaikan Harapan Begini

Pesannya tegas. Presiden Jokowi menuntut jajaran Polri bekerja keras mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang terjun bebas ke titik nadir. Kepercayaan publik terhadap Polri di Agustus 2022 paling rendang (54 persen), dibanding November tahun lalu di angka 80,2 persen.

Sebelum ada peristiwa penembakan di Duren Tiga yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Indeks Kepercayaan Masyarakat menempatkan Polri di puncak teratas saat itu.

Hal tersebut didorong oleh kerja keras jajaran Polri dalam penanganan COVID-19 dengan mendukung penyuntikan 440 juta dosis vaksin kepada masyarakat, sehingga pandemi mereda dan ekonomi bisa tumbuh 5,44 persen.

"Tetapi begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu, dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, tertinggi. Sekarang, Saudara-saudara harus tahu, menjadi terendah. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras saudara-saudara sekalian," kata Jokowi 

Jokowi juga mengultimatum anggota Polri dan keluarganya agar setop menonjolkan gaya hidup mewah. Apalagi situasi ekonomi saat ini sedang sulit, jangan sampai ada letupan-letupan sosial akibat kecemburuan sosial-ekonomi dan menjadi sorotan masyarakat.

"Saya ingatkan yang namanya kapolres, wakapolres, yang namanya kapolda, yang namanya seluruh pejabat utama, perwira tinggi, mengerem total masalah gaya hidup. Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus atau motor gede yang bagus. Hati-hati. Hati-hati, saya ingatkan hati-hati," tegas Jokowi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut