VoxPop RePlay 2022: Rencana Jahat Kopda Muslimin Habisi Istri Dipicu Cinta Terlarang
- VoxPop
2. Upah Eksekutor dari Kopda Muslimin dari Menipu Mertua
Polda Jateng merilis 5 pelaku penembakan istri TNI di Semarang
- Youtube Polda Jateng
Usai mengantar Rina ke rumah sakit, Kopda Muslimin kemudian menghubungi Agus dan Sugiono lalu janjian ketemu di sebuah minimarket tak jauh dari RS. Kopda Muslimin memberikan uang sebesar Rp 120 juta kepada Agus dan Sugiono.
Uang yang dipakai Kopda Muslimin untuk membayar empat eksekutor penembak istrinya ini ternyata didapatnya dari ibu mertuanya. Usai penembakan, Kopda Muslimin meminta uang Rp 210 juta kepada ibu mertua dengan alasan untuk biaya perawatan Rina di RS.
Uang Rp 210 juta itu kemudian diberikan ibu mertua kepada Kopda Muslimin. Sebesar Rp 120 juta kemudian diberikan Kopda Muslimin ke Agus dan Sugiono sementara sisanya Rp 90 juta dibawa kabur Kopda Muslimin. Kopda Muslimin sudah menghilang sehari pasca penembakan tersebut.
Sementara pasca menerima uang dari Kopda Muslimin, Agus dan Sugiono langsung membagikan uang itu kepada Ponco dan Supriono.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menceritakan saat kabur itu, Kopda Muslimin sempat mengajak serta pacarnya untuk ikut kabur. Namun ajakan itu ditolak oleh sang pacar.
"Yang bersangkutan sempat mengajak pacarnya ikut lari. Tapi pacarnya tidak mau," kata Ahmad Luthfi di Mapolda Jawa Tengah, Senin 25 Juli 2022 lalu.
3. Pengungkapan Kasus Penembakan
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman saat jumpa pers penembakan istri TNI
- Youtube Polda Jateng
Panglima TNI saat itu Jenderal Andika Perkasa mengungkap pertama kali keterlibatan Kopda Muslimin atas kasus penembakan kepada sang istri. Andika mengatakan jika Kopda Muslimin merupakan otak penembakan tersebut.
"Sudah sejak hari pertama kita sudah dan dugaan memang kuat karena suami dari korban ini lari sejak hari pertama. Dan bukti-bukti investigasi sudah mengarah kepada beberapa orang yang kami lebih cenderung juga mengaitkan ke suami korban," kata Andika pada Jumat 22 Juli 2022 di Jakarta.
Andika menerangkan jika keterlibatan Kopda Muslimin ini diperkuat dengan keterangan saksi dan juga bukti elektronik. Selain itu pasca petugas kepolisian berhasil menangkap empat eksekutor penembakan itu semuanya mengarah kepada Kopda Muslimin sebagai otak pelaku.
Andika juga saat itu memerintahkan kepada tim gabungan TNI dan Polri untuk terus mengejar Kopda Muslimin yang sudah kabur sejak sehari pasca penembakan. Andika juga saat itu memastikan akan menjerat Kopda Muslimin dengan pasal berlapis dan berat.
