VoxPop RePlay 2022: Rencana Jahat Kopda Muslimin Habisi Istri Dipicu Cinta Terlarang
- VoxPop
Agus saat itu menginginkan bayaran senilai Rp 200 juta untuk jasa menghabisi istri Kopda Muslimin. Jumlah uang jasa ini disetujui oleh Kopda Muslimin.
Agus kemudian kembali ke Magetan, Jawa Timur. Kemudian Agus membeli sebuah pistol yang akan dipakai untuk mengeksekusi istri Kopda Muslimin tiga hari sebelum hari penembakan. Pistol itu dibeli seharga Rp 2 juta dengan tujuh butir peluru yang membersamainya.
Kapolres menjelaskan hasil identifikasi pelaku penembakan istri TNI
- tvOne
Saat eksekusi, Agus dan Sugiono menambah dua personel yaitu Ponco Aji Nugroho dan Supriono untuk membantu. Baik Ponco dan Supriono mau terlibat rencana itu karena tergiur dengan besaran uang yang akan diberikan Kopda Muslimin.
Senin 18 Juli 2022 menjadi hari yang dipilih untuk mengeksekusi Rina. Para tersangka telah membuntuti Rina atas perintah Kopda Muslimin. Di bawah arahan Kopda Muslimin lewat telepon, keempat eksekutor ini menunggu Rina yang akan pulang ke rumah seusai menjemput sekolah putrinya.
Saat eksekusi Sugiono menjadi pemegang pistol dan diboncengkan oleh Ponco dengan sepeda motor Kawasaki Ninja. Sementara Agus dan Supriono memantau suasana dari kejauhan.
"Perintahnya tembak di kepala. Saya tidak tega tembak kepala karena kenal ibu itu. Terpaksa saya tembak perutnya," kata Sugiono di Mapolrestabes Semarang.
Sugiono menjalankan tugasnya dengan menembak Rina. Awalnya Ponco memepet Rina dan Sugiono menembaknya. Dor, sebuah peluru bersarang di perut Rina.
Saat itu Sugiono dan Ponco sudah kembali ke pos awal pemantauan. Tiba-tiba sebuah telepon dari Kopda Muslimin masuk dan dia marah-marah karena dari pantauannya di kamera CCTV dari lantai dua rumahnya tembakan Sugiono meleset.
Ponco kemudian memutar balikan kendaraannya lagi dan mendekati Rina yang saat itu berdiri memegangi perutnya di depan gerbang. Sugiono kembali menarik pelatuk pistol namun saat itu Rina sempat memukulkan tas anaknya ke tangan Sugiono. Tembakan meleset dari arah kepala dan kembali mengenai perut Rina. Rina saat itu pun bersimbah darah.
Tak lama berselang, Rina dibawa oleh Kopda Muslimin ke RS Hermina Semarang untuk mendapatkan perawatan intensif. Rina saat itu langsung dirawat di ruang ICU karena dua luka tembak di bagian perutnya.
