KPK Kembali Periksa Hercules

Rosario De Marshall alias Hercules (tengah) usai diperiksa KPK
Sumber :
  • VoxPop/Rahmat Fatahillah Ilham

VoxPop Nasional – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tenaga ahli PD Pasar Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, Rabu, 8 Maret 2023. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat Hakim Agung nonaktif pada Mahkamah Agung (MA), Gazalba Saleh.

img_title Daftar Pelanggaran 121 Hakim yang Kena Sanksi: Terima Suap, Judi Online hingga Selingkuh

Hercules seharusnya diperiksa kemarin, Selasa, 7 Maret 2023, tapi dirinya tak hadir dan mengkonfirmasi datang hari ini, Rabu.

"Konfirmasi untuk dijadwal ulang," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan.

img_title Pengungkapan Kasus Korupsi Dinilai Upaya Pemerintah Benahi Kementerian dan Lembaga

Hercules sendiri telah memenuhi panggilan penyidik KPK. Dia pun mengaku sehat dan siap untuk menjalani pemeriksaan saksi. 

img_title Misteri Keberadaan Harun Masiku Jadi Beban Berat KPK, Minta Masyarakat Bantu Pencarian

“Selamat pagi, sehat. Kalau enggak sehat, enggak datang ke KPK dong,” ujarnya saat ditanyai awak media di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan. 

Diketahui, panggilan ini bukan kali pertama bagi Hercules. Sebelumnya, Kamis, 19 Januari 2023, ia juga pernah diperika oleh penyidik KPK untuk tersangka Hakim Agung lainnya, Sudrajat Dimyati.

Seusai diperiksa, Hercules menolak berkomentar mengenai materi pemeriksaan oleh tim penyidik KPK. Sementara KPK menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendalami pengetahuan Hercules terkait dugaan aliran dana dari debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka ke sejumlah pihak.

Hercules Rosario Marshall memenuhi panggilan KPK

Photo :
  • VoxPop/Ilham

Diberitakan sebelumnya, perkara ini berawal saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim, sejumlah pegawai MA, dan pengacara. Mereka diduga melakukan tindak pidana suap pengurusan perkara kasasi KSP Intidana di Mahkamah Agung.

Sampai saat ini, sebanyak 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak dua di antaranya merupakan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh.

Kemudian, tiga Hakim Yustisial MA bernama Elly Tri pangestu, Prasetyo Utomo, dan Edy Wibowo. Edy terjerat dalam kasus yang berbeda. Ia diduga menerima suap terkait pengurusan kasasi Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar.

Tersangka lainnya yakni staf Gazalba Saleh bernama Redhy Novarisza; PNS kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta PNS MA Albasri dan Nuryanto Akmal. Mereka ditetapkan sebagai penerima suap.

Sementara itu, tersangka pemberi suapnya adalah Yosep Parera dan Eko Suparno selaku advokat, serta Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto

Langkah KPK Agar Kasus Pegawainya Lakukan Pemerasan Tak Terulang Kembali

Seorang polisi yang bertugas di KPK beserta ayahnya melakukan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dengan dalih mengetahui perkara yang ditangani KPK.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut