Danpuspom TNI Tepis Isu Intimidasi Pimpinan KPK

Konfrensi Pers Ketua KPK dengan Danpuspom TNI
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta - Komandan Puspom (Danpuspom) TNI Marsekal Muda Agung Handoko menepis isu adanya intimidasi kepada para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan perkara korupsi pengadaan barang dan jasa di Basarnas.

img_title KPK Setop Penyidikan 6 Kasus, Ada Sekjen DPR hingga Wamenkum Eddy Hiariej

"Ah, enggak itu," ujar Danpuspom TNI Marsekal Muda Agung Handoko saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dikutip Selasa, 1 Agustus 2023.

Agung menegaskan bahwa perkara suap yang melibatkan dua anggota TNI aktif itu akan ditangani sampai tuntas. Adapun Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi (HA) dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto (ABC) telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di tahanan militer.

img_title KPK Sita Emas hingga Mata Uang Asing di Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Danpuspom TNI Marsekal Muda Agung Handoko saat jumpa pers di Mabes TNI

Photo :
  • Puspen TNI

"Bisa diikuti, bisa diikuti nanti," tegasnya.

img_title Penampakan 4 Moge yang Disita KPK Terkait Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Sementara itu, Ketua KPK, Firli Bahuri mengaku sudah menyampaikan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal pimpinan lembaga antirasuah yang mendapat intimidasi berupa karangan bunga.

"Hal ini sudah kami sampaikan kepada Kapolri, begitu kami mendapat berita ada kiriman bunga kami sampaikan kepada Kapolri," ujar Firli.

Firli mengaku, Kapolri memiliki tanggungjawab untuk mengungkap siapa pengirim teror karangan bunga tersebut.

"Karena itu adalah tanggung jawab kepada kapolri untuk mengungkap siapa yang menyuruh mengirim bunga, darimana bunga itu dikirim, kapan dibuat, siapa pemesannya, itu tugasnya Kapolri," ucap dia.

Kendati demikian, Firli mengaku tidak tahu apa makna karangan bunga yang dikirim kepada para pimpinan KPK. Sebab, Firli juga belum bisa mengungkapkan siapa pengirim bunga tersebut.

"Untuk siapa yang kirim sesungguhnya harus kita dalami, saya tidak berani menyampaikan. Ini kita tidak tau makna dari pada kiriman bunga itu. Karena kalau dikirim karangan bunga itu bisa berduka, karena ada orang meninggal, bisa juga karena orang sakit, bisa juga karena bahagia, memberikan tanda cintanya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendapatkan sejumlah ancaman lewat pesan gawai pada akhir pekan lalu. Ancaman itu ada berupa nyawa dan karangan bunga di rumah pejabat KPK.

Mengenai ancaman nyawa dan karangan bunga itu diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut