Putu DPR Harap Reog Ponorogo Secepatnya Disahkan Unesco Jadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia
- istimewa
Ia pun berharap keberadaan MRMP bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Tanah Air. Dalam konteks ini, kata dia, MRMP di Ponorogo ini bisa jadi contoh budaya fundamen, modal dan simbol bagi negara untuk lestarikan warisan luhur budaya bangsa di era modern.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung dan berdoa bersama agar Reog Ponorogo secepatnya di sahkan Unesco menjadi warisan agung budaya tak benda dunia, agar tidak diklaim oleh negara lain," sebut Putu.
Sementara, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyampaikan terima kasih kepada BKSAP yang datang untuk berikan dukungan dengan melihat secara langsung progress pembangunan proyek MRMP. Dia mengaku berdiskusi dengan pimpinan BKSAP DPR seperti Fadli Zon dan Putu Supadma
"Kami diskusi panjang lebar, dan mereka sangat paham budaya. Seperti bapak Putu Rudana yang juga Ketua Asosiasi Museum Indonesia. Lalu, pak Fadli Zon sebagai ketua umum SNKI," ujar Sugiri
Sugiri menyebut proyek ini kedepan sebagai pelecut pariwisata dan penunjang ekonomi masyarakat kabupaten Ponorogo dan sekitarnya. Dia bilang puluhan ribu orang termasuk seniman hingga pengrajin mengais rezeki dari reog.
"Jadi, kita sangat membutuhkan dukungan yang besar. Ada pengrajin reog, pemain reog, seniman, sanggar jumlahnya sekitar 21.000 orang. Nah artinya, reog menjawab tantangan pengangguran, ini penting," lanjut Sugiri.
Dia menuturkan, MRMP ini nanti punyai tinggi 126 meter. Bahkan, kata dia, beberapa meter jauh lebih tinggi daripada Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.
Ia menyebut MRMP juga akan ditonjolkan dengan menceritakan peradaban Ponorogo, mulai pendidikan, pesantren, budaya, karakter, dan kesenian. Dia berharap dengan demikian, Ponorogo tidak hanya dipandang dari objek alam saja.
"Tapi, ketika masuk ke dalam museum dia akan memahami karakternya. Lalu, kami bisa menempatkan ponorogo menjadi kota wisata yang maju," ujarnya.
