Purnawirawan Mayor TNI AL Jadi Tukang Bakso Pelopori Swadaya Bedah Rutilahu
- VoxPop/Muhammad AR
Lewat aksi ini juga, masyarakat perumahaan perkotaan yang dianggap selama ini individualistik dihadapkan dapat tergugah sehingga peduli terhadap sesama, terutama tetangga di sekitarnya. Selain itu, gerakan ini bisa menjadi pelopor jika ada permasalahan sosial di masyarakat.
"Jangan sampai ada tetangga meninggal, tetangga kelaparan, karena kanan kirinya enggak tahu. Ini esensinya kepada kepedulian kita, tidak hanya selogan tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Dan ini menjadi contoh daerah lain. Kita fokus ke solusi, bukan fokus ke masalah. Kita hadir dengan solusi. Kalau lingkungan mempunyai kepedulian, aksi nyata bisa menyelesaikan permasalahan sosial ini," katanya.
Malik mengaku bangga, aksi kepemimpinannya sebagai prajurit sangat disambut masyarakat. Terlebih bantuan sosial swadaya ini menjadi yang pertama di Kelurahan Jatirangga. Meski sudah purnawirawan, tidak menjadikan 8 wajib TNI yang pernah manjadi napas kehidupannya itu menjadi pudar atau ditinggalkan. Justru sebaliknya, dia mengaku, aksinya itu semata tak lepas dari 8 wajib TNI yang sudah mendarah daging.
"Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan takyat sekelilingnya, senantiasa menjadi nafas dalam kehidupan setiap anggota TNI, itu sudah mendarah daging sampai akhir hayat saya," kata Malik.
"Tidak ada prajurit tua, tidak ada prajurit pensiun, dan kita kan disumpah Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI," imbuhnya.
Saat ini Malik menekuni bisnis kuliner bakso dengan nama Bakso Ngangenin yang warungnya sudah ada di beberapa kota di tanah air, salah satunya di Bogor. Usahanya, sempat santer vidal di berbagai pemberitaan yang menceritakan perjalanan sosok prajurit yang menjadi tukang bakso dan bermimpi memiliki warung bakso di luar negeri.
