Korban Bertambah 93 Orang, Pemkot Bogor Tetapkan KLB Kasus Keracunan Massal

Pj Walikota Bogor Hery Antasari.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhammad AR (Bogor)

Namun untuk memastikan secara medis Dinkes akan melakukan pemeriksaan laboratorium di BBLK Jakarta berdasarkan muntahan, feses dan sisa makanan para korban, untuk mengetahui penyebab keracunan yang sampai menimbulkan korban jiwa. 

img_title Sahroni Minta Polisi Usut Dugaan Pelecehan Pasien di RS Martapura Sumsel

Korban keracunan di Kota Bogor. (Istimewa)

Photo :
  • VoxPop.co.id/Muhammad AR (Bogor)

“Kalau secara organoleptik, secara fisik yang terlihat telur pada bumbu tapi untuk melihat bakteri dan sebagainya, sedang diperiksa laboratorium,” ungkap Syarifah.

img_title Tak Perlu Stop Makan Nasi, Ini Ragam Jenis Beras yang Bisa Jadi Pilihan saat Diet

Selain penyebab, informasi yang didapat Syarifah ada 85 boks yang dibagikan dan sisanya dibuat rantang untuk dibagi, makanan yang diberikan, telah dimasak satu hari sebelum kejadian yaitu jumat malam. 

Saat ini para korban masih dalam penanganan medis lebih lanjut. Para korban pun dari berbagai macam usia. Namun demikian mayoritas korban ada di usia 20 sampai 40 tahun dan 5 pasien anak. 

img_title Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Bantu Pasien Turunkan Berat Badan Hampir 28 Persen

“Tadi empat pasien kita rujuk ke rumah sakit karena kondisinya mengalami dehidrasi berat setelah dilakukan pengecekan dan juga IKG. Kalau masih bisa ditangani puskesmas berupa gejala ringan dan sedang maka ditangani puskesmas," ucap Syarifah. 

"Hari ini ada pasien baru sebanyak 19 orang dengan 4 dirujuk ke rumah sakit, mayoritas pasien 20 sampai 44 tahun, hari ini ada 5 pasien anak. Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah keluar dari rumah sakit, mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi. Kita tidak mau kecolongan seperti yang kemarin,” katanya.

Banyaknya korban lanjut Syarifah disebabkan nasi boks yang didapat dibawa pulang untuk kemudian dinikmati bersama anak, istri dan keluarga sehingga jumlah korban melebihi dari jumlah nasi boks yang dibuat. 

Berdasarkan data dan perunutan kronologis kejadian, ada yang sudah muntah setelah satu jam mengkonsumsi makanan tersebut, ada yang sehari setelahnya, ada juga yang beberapa terasa pusing, muntah dan diare. Tergantung daya tahannya karena berdasarkan keterangan keluarga korban, ada juga salah satu anggotanya yang tidak keracunan ketika ikut memakan bagian kuning telur. 

“Khusus untuk 1 korban jiwa, laki-laki berusia 29 tahun. Kita tetap periksa apakah faktor keracunannya atau memiliki penyakit penyerta. Mudah-mudahan para korban yang masih dalam proses perawatan segera sembuh dan bisa kembali ke keluarganya,” harap Syarifah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) di Kantor BGN

BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG Paling Banyak Gegara Masak Terlalu Cepat

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya sudah melakukan investigasi terkait kasus keracunan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut