Korban Bertambah 93 Orang, Pemkot Bogor Tetapkan KLB Kasus Keracunan Massal

Pj Walikota Bogor Hery Antasari.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Muhammad AR (Bogor)

VoxPop – Sebanyak 93 warga Kota Bogor mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi nasi box, satu diantaranya meninggal dunia. Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat tangani warganya. 

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Siswa di Jayapura Keracunan MBG: SPPG Masak Terlalu Awal

Pemkot Bogor juga menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga prosedur penanganan disesuaikan dan biaya penanganan maupun perawatan pasien ditanggung Pemkot Bogor. 

Pj. Wali Kota Bogor, Hery Antasari  mengungkapkan keprihatinan dan mendoakan agar para pasien segera lekas pulih. Hery menyayangkan peristiwa itu dan  menyatakan keprihatinan kepada para korban. Hery juga mendoakan agar para korban lekas pulih.

img_title BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG Paling Banyak Gegara Masak Terlalu Cepat

“Dan untuk korban yang meninggal kami ikut berduka cita, semoga diberikan tempat yang terbaik," kata Hery, Rabu, 5 Juni 2024. 

Warga Cipaku Kota Bogor keracunan hingga satu di antaranya mininggal dunia. (Istimewa)

Photo :
  • VoxPop.co.id/Muhammad AR (Bogor)
img_title Kemenkes Buka Suara soal Viral Komentar Nirempati Nakes ke Pasien

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno secara langsung melihat dan mengecek kondisi para pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Juliana, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.

Puskesmas Cipaku menjadi lokasi lain yang didatangi Syarifah dan Kadinkes beserta jajaran.  Data awal disebutkan ada 71 orang yang keracunan dengan gejala secara umum sama berupa mual, pusing dan perut mengalami diare.

Namun saat mengunjungi puskesmas Cipaku, informasi korban masih terus berdatangan, sehingga total korban mencapai 93 pasien dengan satu korban meninggal dunia. 

Syarifah menjelaskan, karena ditetapkan KLB maka penanganan harus intensif, harus cepat, fasilitas ambulans, petugas harus tersedia.

"Intinya sarana prasarana pendukung, SDM, obat-obatan harus ada dan tersedia. Kalau fasilitas dan petugasnya kurang, tambahkan dari puskesmas lain. Kalau obat-obatan kurang, koordinasi dan kita cari," ungkap Syarifah

"Jadi, penanganannya tidak skala puskesmas tapi skala kota. Untuk penanganan korban datang ke puskesmas, setelah dilihat dan diperiksa, jika perlu perawatan lebih lanjut maka puskesmas memberikan rujukan ke rumah sakit,” sambungnya

Investigasi Keracunan

Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengaku sedang melakukan investigasi penyebab warga yang keracunan. 

Berdasarkan hasil wawancara dengan para keluarga, dugaan sementara keracunan disebabkan menyantap nasi boks, dimana bumbu pada telur sudah mulai basi karena rasanya sudah asam. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut