Ketua GP Ansor Minta Banser Gebuk jika Ada Massa Demo PBNU Lagi

Ketua GP Ansor Addin Jauharudin.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Ketua GP Ansor Addin Jauharudin meminta kepada Banser untuk mengusir hingga menggebuk jika ada massa yang melakukan aksi demo di depan kantor PBNU di Jakarta Pusat. Sebab, ia menilai para pendemo itu justru sudah kelewat batas dan melanggar etika Nahdlatul Ulama (NU).

img_title Polisi Tangkap Wanita 45 Tahun di Ciamis Jabar, Diduga Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

"Kalau masih terjadi aksi lagi di depan kantor PBNU, Banser gak usah takut-takut, saya perintahkan untuk usir dan gebuk saja kalau tidak mau pergi," ujar Addin dalam keterangannya, Minggu 4 Agustus 2024.

Addin juga berharap agar tidak ada demo kembali di depan kantor PBNU. "Kemarin cukup yang terakhir, kita jaga marwah NU. Ini adalah kantor kita semua. Dari sini kita dididik, dibesarkan hingga menjadi seperti ini," ujarnya.

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin.

Photo :
  • Istimewa
img_title Awas Macet, Ada Dua Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Senin 3 Agustus 2026, Hindari Kawasan Ini

Makanya, dia kembali menegaskan jika ada lagi yang mendemo kantor PBNU, maka akan segera berhadapan dengan GP Ansor-Banser. "Siapapun yang demo depan PBNU, apapun urusannya, maka akan berhadapan dengan kami," kata Addin.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharuddin

Photo :
  • Istimewa
img_title Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Mantan Ketua Umum PB PMII dan Sekjen KNPI ini menegaskan bahwa gedung NU adalah gedung keramat, tempat para ulama berkhidmat. "Wajib kita jaga. Ansor Banser akan siaga menunggu perintah ketua umum PBNU," ujarnya.

Diketahui, sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur melakukan demontrasi di depan Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat 2 Agustus 2024. 

alam aksi yang dipimpin koordinator aksi Muhammad Sholihin tersebut, para pendemo menuntut agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf mundur dari jabatannya karena dianggap telah menyimpang dari tujuan besar PBNU. Poster-poster yang dibawa di antaranya berbunyi, ’Ketum PBNU dan Sekjen PBNU harus mundur'.

Menkomdigi Meutya Hafid.

Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah tidak pernah membatasi media massa untuk meliput dan mewartakan aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut