3 Kapal Perang TNI AL Disiagakan di Laut Ambon Jelang Kunjungan Wapres Gibran
- Dokumentasi Lantamal IV Tanjungpinang
Ambon, VoxPop – Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut (AL) disiagakan di perairan laut Ambon, Provinsi Maluku, jelang kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Kota Ambon pada 15 Januari 2025.
Ketiga KRI yang disiagakan yakni KRI Dorang, KRI Kerapu dan KRI Posepa. Ketiga kapal tempur TNI AL itu disiagakan sebagai bagian dari pengamanan maksimal kunjungan Wakil Presiden RI Gibran di Kota Ambon.
"Kita siapkan KRI atau Kapal Perang dan personel untuk mendukung giat pengamanan kunjungan Wapres Gibran,” kata Kadispen Lantamal IX Ambon Kapten Laut Agus Wijaya di Ambon, Selasa, 14 Januari 2025.
"Total personel yang dilibatkan dalam pengamanan tersebut yakni sebanyak 110 personel yang dibagi menjadi dua regu yakni dari bandara, rute hingga lokasi sebanyak 60 orang dan di dalam KRI sebanyak 50 orang," sambungnya
Apel kesiapan pengamanan pasukan jelang kunjungan Wapres Gibran di Ambon
- Dok Polda Maluku
Adapun fungsi pengerahan tiga KRI dalam kunjungan Wakil Presiden itu yakni untuk melindungi Beliau dan rombongan dari ancaman laut, mengantisipasi dan memberikan perlindungan dari serangan udara dan laut.
"Unsur disiapkan dalam kondisi siap tempur, apabila situasi berubah membahayakan, jalur darat tidak memungkinkan, evakuasi melalui jalur laut diperlukan apabila situasi keamanan tidak bagus," ujarnya
Danlantamal IX Brigjen TNI (Mar) Suwandi menambahkan bahwa seluruh prajurit dan armada Lantamal IX siap mendukung pengamanan VVIP kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan istri Selvi Gibran Rakabuming ke wilayah Kota Ambon.
Menurutnya apel gelar pasukan menjadi hal yang penting guna memastikan kesiapan personel dan alat serta menyamakan persepsi untuk menjaga keamanan dan kelancaran kunjungan kerja dimaksud.
"Masing-masing Komandan Satgas dan Sub Satgas harus mengorganisir kekuatannya dengan baik. Semua personel memahami sasaran yang harus dilindungi, sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan terkendali," ujarnya.
Diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam satgas pengamanan dapat bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat serta bekerja secara profesional sesuai tugas tanggung jawab guna mengantisipasi setiap kemungkinan ancaman dan hambatan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
