Yusril Soal Kekhawatiran Wacana Pemulangan Hambali: Dia Harus Diberi Perhatian sebagai WNI

Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza di Kantornya
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Zendy Pradana

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Indonesia memiliki wacana bakal memulangkan mantan tokoh militan Jamaah Islamiyah, Encep Nurjaman alias Hambali dari penjara militer Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Menteri Koordinator (Menko) Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra buka suara soal adanya kekhawatiran jika memulangkan narapidana Hambali. Dia tetap menghargai soal adanya kekhawatiran tersebut.

"Jadi, saya kira kekhawatiran itu tentu kita hargai. Tapi kita ini pemerintah, mau tidak mau harus memberikan perhatian yang adil kepada semua orang. Jangan karena dia teroris, dia warga negara kita, jangan kita biarkan di luar negeri itu, tidak bisa juga," ujar Yusril Ihza kepada wartawan Jumat, 24 Januari 2025.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2025

Photo :
  • VoxPop.co.id/Yeni Lestari

Yusril mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia juga tengah melakukan pendekatan persuasif soal wacana pemulangan Hambali. Antisipasi tersebut dilakukan dengan cara pendekatan non-kepolisian dan dilakukan juga melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

"Dulu kan pada waktu Pak Jokowi, saya pernah diminta untuk berbicara dengan Pak Abu Bakar Ba'asyir. Pada akhirnya, Pak Abu Bakar Ba'asyir keluar dari tahanan dan sampai hari ini kekhawatiran banyak orang tentang beliau kan juga tidak terjadi," ungkap eks Ketua Umum PBB ini.

Dia menegaskan Pemerintah Indonesia harus tetap bersikap adil, apalagi saat ini organisasi Jemaah Islamiyah (JI) sudah dibubarkan sekaligus bertaubat.

"Dan menyatakan tidak akan melakukan kegiatan teroris dan setia kepada pemerintahan di Indonesia. Jangan kebencian terhadap sekelompok orang menyebabkan kalian, berlaku tidak adil kepada mereka," imbuh Yusril.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyebut Pemerintah Indonesia mewacanakan pemulangan mantan tokoh militan Jamaah Islamiyah, Encep Nurjaman alias Hambali dari penjara militer Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba.

“Bagaimana pun Hambali adalah warga negara Indonesia. Betapa pun salah warga negara kita di luar negeri, tetap kita harus berikan perhatian,” ucap Yusril.

Yusril menjelaskan, Hambali merupakan teroris yang diduga kuat terlibat dalam kasus Bom Bali 2002. Hambali sempat melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya hingga berhasil ditangkap.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut