Ratusan Kader Gerinda Geruduk Polres Banggai, Desak Pelaku Persekusi Diadili

Aksi unjuk rasa di Polres Banggai
Sumber :
  • Istimewa

Luwuk, VoxPop – Merasa dilecehkan dua kadernya dipersekusi, ratusan kader Gerindra di Kabupaten Banggai kembali turun unjuk rasa melakukan aksi di Polres Banggai, Senin 20 April 2025.

img_title SMRC Catat Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Gerindra Bakal Jadikan Evaluasi

Aksi yang diikuti ratusan massa ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banggai, Wardani Murad Husain dan dihadiri oleh semua Anggota DPRD asal Fraksi Gerindra.

Di hadapan Kapolres Banggai dan jajarannya, Wardani Murad dengan lantang menyuarakan aspirasinya, untuk menuntut keadilan.

img_title Gerindra Bakal Kaji Hasil Survei soal Kepuasan Publik ke Prabowo

"Hari ini kami semua kader Gerindra datang di Polres Banggai ini untuk meminta keadilan. Sebagai negara hukum, jika kasus persekusi ini dibiarkan, maka bisa ada persekusi persekusi lainnya (yang terjadi)," ucap Wardani Murad, yang juga Wakil Ketua I DPRD Banggai.

img_title Gerindra Ungkap Makna Prabowo Sebut PDIP Sehati dengan Pemerintah

Adanya kasus persekusi ini kata Wardani Murad, semua mata publik tertuju kepada Polres Banggai. Sungguh sangat disayangkan, seorang Anggota DPRD Banggai dipersekusi.

"Bagaimana dengan rakyat biasa, Anggota DPRD saja mereka persekusi. Ironisnya, persekusi itu terjadi di rumah mereka. Olehnya, kami menuntut keadilan kepada Polres Banggai," tegasnya.

Kembali ditegaskan, ia meminta Polres Banggai untuk segera mengadili para pelaku persekusi yang terjadi di Kecamatan Toili.

"Saya melihat video persekusi itu menangis, ini pesta demokrasi. Kenapa kader kami dipersekusi seperti binatang. Apa salah mereka, apa salah Pak Suwardi dan Pak Lutpi. Tangkap pelaku persekusi dan hukum seadil-adilnya," kata Wardani dengan lantang.

Desakan untuk mengusut tuntas kasus persekusi juga disuarakan oleh Masnawati, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Banggai.

Ia menegaskan, kehadirannya di Polres Banggai dalam aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dan perintah langsung partai.

"Bapak ketahui, satu orang kader Gerindra dikorek (usik) maka seluruh kader akan bergerak. Persekusi yang terjadi di Toili saat PSU, kami merasa dilecehkan. Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan," cetusnya.

Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili saat jelang PSU adalah perintah partai yang harus dijalankan. 

"Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga Anggota Dewan ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut