Gubernur Lemhannas: Kebijakan Tarif Resiprokal Trump Momentum Perkuat Ketahanan Ekonomi

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily
Sumber :
  • Istimewa

Ace juga menekankan pentingnya memperkuat investasi dalam kualitas sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

img_title Donald Trump Borong 250 Cadillac Escalade

Dalam konteks daerah, Ace menyebut Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu pilar utama dalam menopang ketahanan nasional. Berdasarkan indeks ketahanan nasional 2024, Jawa Timur menunjukkan kinerja cukup tangguh di bidang demografi, ekonomi, dan politik.

Namun, ia mengingatkan, Jawa Timur tetap harus waspada terhadap tantangan era disrupsi global, perubahan pola perdagangan dunia, ketidakpastian bisnis, hingga krisis sosial budaya akibat transformasi digital.

img_title Trump: Peluang Kesepakatan dengan Iran Terbuka, AS Siap Bertindak Lagi jika Negosiasi Gagal

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kemandirian nasional, terutama dengan kekuatan sumber daya manusia, sektor agrikultur, industri, dan kreatif yang kuat,” jelas Ace.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Timur memerlukan penguatan iklim investasi dan produktivitas ekonomi.

img_title Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus terus memperkuat iklim ekonomi yang sehat agar produktivitas tetap berkembang,” ujarnya.

ICOR Indonesia

Salah satu caranya adalah dengan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), indikator penting efisiensi investasi. Ace mengingatkan bahwa ICOR nasional Indonesia saat ini berada di angka 6, lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga yang rata-rata memiliki ICOR 4 hingga 5.

“Semakin rendah ICOR, semakin efisien perekonomian kita. Kita harus mendorong penurunan ICOR agar pertumbuhan ekonomi lebih cepat dan kepercayaan investasi luar negeri semakin meningkat,” kata Ace.

Ia menambahkan, langkah ini juga selaras dengan upaya memperbaiki iklim birokrasi, menyederhanakan perizinan, memperkuat penegakan hukum, dan meningkatkan pelayanan publik.

Ace menegaskan, menghadapi tantangan global menuntut model kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, serta berbasis nilai-nilai kebangsaan. Ia mendorong perangkat daerah untuk mempercepat reformasi birokrasi, memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan memperkuat pelayanan publik.

“Pemimpin di era ini harus mampu membaca perubahan, mengelola risiko, dan menggerakkan semua potensi daerah untuk menjaga stabilitas dan ketahanan,” katanya.

Menutup ceramahnya, Ace mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berkarya dan memperkuat ketahanan nasional guna mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah gejolak dunia. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri, memperkokoh kedaulatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik bangsa kita,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut