Respons Gus Ipul Soal Usulan Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos: Kita Pelajari, Idenya Baik
- VoxPop.co.id/Yeni Lestari
Jakarta, VoxPop – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul merespons usulan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terkait vasektomi atau KB pada pria sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) masyarakat prasejahtera di wilayahnya.
Gus Ipul menilai usulan yang disampaikan Dedi Mulyadi merupakan ide yang bagus. Namun, pihaknya harus mempelajari lebih dulu usulan tersebut sebagai syarat pemberian bansos.
"Ya ini kami sedang mempelajari ide itu ya. Jadi semua ketentuannya sedang kita pelajari. Itu sih ide baik gitu ya untuk KB ya, keluarga berencana itu baik juga," kata Gus Ipul kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2025.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Maret 2025
- VoxPop.co.id/Yeni Lestari
Meski begitu, Gus Ipul menekankan pihaknya masih butuh waktu untuk mempelajari usulan tersebut. Sebab, proses penyaluran bansos kepada masyarakat cukup panjang.
"Penyaluran itu ada proses yang harus kita lalui, tidak bisa terus dipaksa tiba-tiba, kita tidak bisa begitu. Jadi kita proses dulu, kita pelajari," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan memberikan insentif berupa uang Rp500 ribu bagi pria yang bersedia ikut program Keluarga Berencana (KB) melalui vasektomi. Program ini sudah berjalan di Bandung.
“Udah jalan. Kemarin di Bandung sudah dan nanti setiap hari Rabu itu dicatatkan, nanti ada kegiatan vasektomi dan yang vasektominya dikasih insentif Rp500 ribu oleh gubernur,” katanya, di Depok, Selasa, 29 April 2025.
Program KB vasektomi ini menjadi syarat penerima bantuan sosial (bansos). Dedi menegaskan, ketika ada pasangan menikah maka mereka harus siap dan bertanggung jawab terhadap anaknya mulai dari kehamilan, kelahiran hingga pendidikan.
“Nah, dari sisi tanggung jawab ketika seorang menikah maka dia bertanggung jawab terhadap kehamilannya, kelahirannya, pendidikannya,” ujarnya.
Dedi menuturkan, dia banyak didatangi warga yang meminta bantuan untuk biaya lahiran. Rata-rata itu adalah kelahiran anak keempat dan kelima.
“Saya ini sering banyak banget orang yang minta tolong saya untuk biaya lahiran, lahiran itu nggak tanggung-tanggung loh Rp25 juta, Rp15 juta karena rata-rata (lahir) sesar dan itu rata-rata anak keempat, anak kelima,” ujarnya.
