Rossa Purbo Ceritakan Pengejaran Hasto Sampai ke PTIK, Tiba-tiba Firli Umumkan OTT Sepihak
- VoxPop.co.id/Zendy Pradana
Jakarta, VoxPop – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, AKBP Rossa Purbo Bekti, mengatakan bahwa mantan Ketua KPK Firli Bahuri sempat mengumumkan adanya operasi tangkap tangan atau OTT ketika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto belum berhasil ditangkap kasus dugaan suap PAW DPR RI kepada Eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, pada 2020 lalu.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Rossa Purbo ketika dirinya menjadi salah satu saksi dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan PAW anggota DPR RI dengan terdakwa Hasto Kristiyanto. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 9 Mei 2025.
Bermula ketika Rossa menceritakan dirinya mengejar Hasto dan Harun Masiku, ke Sekolah Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Pada saat itu juga apakah saudara juga mengikuti cek posisi HP milik terdakwa juga?," kata jaksa di ruang sidang.
"Betul kami diberikan panduan oleh posko tentang posisi-posisi yang bersangkutan. Jadi pada saat itu kami start melakukan pengejaran terhadap terdakwa itu setelah beberapa pihak kita amankan dan kita ambil keterangan sekitar setelah salat Ashar atau jam 15 lebih, kami bergerak untuk melakukan pengamanan terhadap saudara terdakwa," kata Rossa.
Rossa menceritakan pengejaran tersebut. Dia menyebut ketika menyadap dan melakukan pengejaran, terdeteksi hanya ada beberapa lokasi yang dilalui Hasto.
Hingga kemudian berakhir di PTIK. Kemudian setelahnya, Rossa menyebutkan ada proses pengejaran titik dari penyadapan terhenti.
"Kalau kita lihat di tanggal 8 itu cuma ada beberapa posisi. Apakah selain di jam itu sebetulnya apakah kenapa tidak muncul data posisinya?," tanya jaksa.
"Di A Pos 0-0. Artinya tidak aktif," jawab Rossa.
Kemudian, Rossa bersama penyidik yang melakukan pengejaran Hasto bertemu dengan penyidik yang mengejar Harun Masiku di PTIK.
Namun, usut punya usut, ketika tim penyidik masih dalam proses mengejar Hasto dan Harun usai adanya operasi senyap, Firli Bahuri yang saat itu menjabat Ketua KPK mengumumkan lembaga antirasuah telah melakukan operasi senyap kepada publik.
"Jadi yang terecord hanya di jam 13.11, 1506, kemudian 16.12 dan 16.26. setelah itu tidak aktif?," kata jaksa.
