Ketua DPD RI: Sekolah Rakyat Implementasi Asta Cita, Harus Jadi Tulang Punggung SDM Indonesia
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat, yang digagas sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang tersentuh akses pendidikan formal.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyebut bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan secara sosial dan ekonomi.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin
- DPD RI
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sangat selaras dengan poin keempat Asta Cita, yakni membangun SDM unggul melalui penguatan sektor pendidikan, sains, dan teknologi.
“Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat marginal. Kami di DPD RI mendukung penuh langkah progresif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM nasional,” ujar Sultan dalam keterangannya, Jumat 8 Agustus 2025.
Sultan secara khusus menyoroti pelaksanaan program ini di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang menjadi salah satu wilayah percontohan nasional. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di daerah-daerah seperti Kaur menjadi penegasan bahwa pemerataan pendidikan adalah prioritas strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Formasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan dan penguatan SDM sebagai bagian dari agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.
Lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur, lanjut Sultan, sudah lulus tahap verifikasi untuk Sekolah Permanen, yakni: di Desa Cucupan Kecamatan Muara dan SMAN 11 (renovasi). Semua persyaratan sudah dipenuhi dan tinggal menunggu DED (Detail Engginering Desain) oleh Kementerian PU.
Khusus SMAN 11 di Desa Padang Petron, Kab. Kaur, progres pembangunan fisik sedang berjalan dan dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus 2025. Sekolah ini akan menampung 100 siswa (40 Siswa SMA dan 60 Siswa SMP).
“Kolaborasi antara Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Sekolah Rakyat harus kita dorong menjadi gerakan nasional,“ tegas Wagub Bengkulu 2013-2015 ini.
Namun, Sultan menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak boleh semata-mata diukur dari aspek infrastruktur. Ia menyoroti pentingnya kurikulum kontekstual, pelatihan guru adaptif, serta pendampingan sosial bagi siswa agar hasilnya benar-benar menyentuh akar persoalan ketimpangan pendidikan.
