Jadi Otak Skandal K3, KPK Ungkap Cara Licik Irvian Bobby: Dana Rp69 Miliar Mengalir Lewat 3 Rekening Nominee

Irvian Bobby Mahendro, tersangka kasus pemerasan yang menjerat Wamenaker
Sumber :
  • ANTARA/Rio Feisal

Jakarta, VoxPop –  Skandal pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyeret nama Irvian Bobby Mahendro (IBM) sebagai aktor utama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap cara licik pejabat yang dijuluki ‘Sultan’ Kemnaker ini dalam mengelola uang haram hasil pemerasan.

img_title Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Supremasi Hukum, Pengamat: Jangan Ada yang Dilindungi

Tak tanggung-tanggung, KPK menemukan bahwa Irvian menggunakan tiga rekening atas nama orang lain (nominee) untuk menampung dana hasil dugaan pemerasan. Nilainya mencapai Rp69 miliar.

“Benar bahwa IBM memiliki sejumlah rekening atas nama pihak lain. Salah satunya digunakan untuk membeli sesuatu,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, 25 Agustus 2025 dikutip tvOne.

img_title Eks Penyidik KPK Nilai Kasus Dugaan Korupsi-TPPU Febrie Adriansyah Perlu Dikembangkan

Asep menyebut rekening itu milik saudara dan staf Irvian. “Total Rp69 miliar itu terkait langsung dengan Irvian,” tegasnya.

Wamenaker Immanuel Ebenezer tersangka KPK perkara Pemerasan di Kemnaker

Photo :
  • Tangkapan layar YouTube KPK
img_title Tinggalkan Rutan KPK, Febrie Adriansyah Pakai Rompi Tahan Menuju Kejagung untuk Diperiksa

KPK Siapkan Pasal Pencucian Uang

Tak hanya jerat suap dan pemerasan, KPK juga menyiapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk Irvian.

“Tentu pasal TPPU akan dikenakan seiring perkembangan penyidikan,” kata Asep.

Selain itu, laporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) Irvian juga disorot. Dalam laporan terakhir pada 2 Maret 2022, ia hanya mencatat kekayaan Rp3,9 miliar. Padahal, penyidik mendapati aliran dana Rp69 miliar ke rekening nominee.

“Pelaporan LHKPN saudara IBM tidak sesuai dengan hasil penyelidikan awal,” jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Minggu, 24 Agustus 2025.

Modus Pemerasan Sejak 2019

Menurut KPK, praktik ini sudah berlangsung sejak 2019. Biaya resmi pengurusan sertifikat K3 hanya Rp275 ribu, tetapi dinaikkan hingga Rp6 juta. Selisih biaya inilah yang mengalir ke berbagai pihak. Dari total Rp81 miliar, Irvian disebut menguasai Rp69 miliar melalui jaringan nominee.

Dijuluki ‘Sultan’ hingga Hadiah Ducati

Julukan ‘Sultan’ untuk Irvian muncul dari Immanuel Ebenezer alias Noel, eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkap hal itu dalam konferensi pers.
“IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) menyebut IBM sebagai Sultan,” kata Setyo.

Tak hanya memberi Rp3 miliar untuk renovasi rumah Noel, Irvian juga membelikan satu unit motor Ducati setelah Noel bertanya soal motor besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut