Boni Hargens: Reformasi Budaya Polri Investasi Demokratis Indonesia
- Dok. Istimewa
Meskipun demikian, Boni khawatir adanya upaya politisasi reformasi Polri yang justru bisa melemahkan eksistensi Polri serta bisa mengaburkan atau bahkan menghambat transformasi Polri ke arah yang lebih baik.
"Ketika reformasi Polri menjadi arena pertarungan politik sebenarnya yang kalah adalah rakyat karena Polri tidak akan berkembang menjadi institusi profesional yang stabil dan dapat diandalkan," tutur Boni.
Boni membeberkan indikator-indikator politisasi reformasi Polri yang mulai terlihat di publik seperti reformasi justru fokus pada pergantian pimpinan Polri, bukan perbaikan sistem dan reposisi personel berdasarkan kedekatan politik.
Ilustrasi Polri.
- Istimewa
Indikator lain, kata dia, adalah wacana reformasi muncul menjelang atau setelah pergantian rezim, agenda reformasi berubah sesuai kepentingan politik sesaat dan penggunaan isu reformasi untuk melegitimasi intervensi politik ke institusi Polri.
"Dampak negatif politisasi reformasi Polri ini sangat dahsyat karena reformasi kehilangan arah dan konsistensi jangka panjang; melemahkan independensi dan profesionalisme Porli; menciptakan ketidakpastian dan demoralisasi internal, mengalihkan perhatian dari institusi substantif; serta memperdalam politisasi Polri yang justru ingin direformasi," pungkasnya.
