Kapolda NTT: Tragedi KM Putri Sakinah Pelajaran Wujudkan Pariwisata Aman

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, menimbulkan duka mendalam sekaligus perhatian serius bagi semua pihak.

img_title Polisi Mulai Usut Kasus Kematian dr Icha Diduga karena Intimidasi Anggota DPRD

Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30–21.00 WITA ini menewaskan beberapa anggota keluarga dari pelatih sepak bola tim putri Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan memicu evaluasi mendalam terhadap standar keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo.

Sejak awal, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengambil peran sentral dalam penanganan tragedi ini. Di bawah kepemimpinan Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko setiap langkah dilakukan dengan orientasi pada kemanusiaan, empati terhadap korban, serta penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel.

img_title Babak Baru Kasus Kematian dr Icha, Keluarga Laporkan Dugaan Intimidasi ke Polda NTT

Kapolda secara langsung meninjau operasi pencarian, memberi semangat kepada tim SAR gabungan, dan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan efektif, termasuk mengerahkan teknologi canggih seperti drone dan penyelam profesional Ditpolairud.

KM Putri Sakinah, kapal wisata berkapasitas 27 GT, membawa 11 orang terdiri dari 4 ABK termasuk nakhoda L dan kepala kamar mesin M, 1 pemandu wisata WNI, serta 6 wisatawan, termasuk 4 warga negara Spanyol dari keluarga Carreras.

img_title Yacht Berbendera Australia Terdampar di Rote Ndao NTT, Tanpa Awak dan Ditemukan GPS

Sekitar 30 menit setelah berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar, kapal mati mesin di tengah gelombang tinggi 2–3 meter dan arus kuat hingga akhirnya terbalik dan karam sekitar 23 mil laut barat Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Kapolda pun menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban. “Peristiwa ini menjadi atensi serius Polda NTT. Penanganannya dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, baik dalam operasi pencarian maupun proses penegakan hukum. Seluruh operator pelayaran wisata di Labuan Bajo diimbau untuk selalu mengutamakan standar keselamatan, karena kelalaian sekecil apa pun dapat berakibat fatal dan membawa konsekuensi hukum, serta keselamatan wisatawan merupakan tanggung jawab bersama," katanya.

Pasca-tragedi, Polda NTT melalui Ditpolairud menurunkan kapal patroli, penyelam profesional, dan drone, bekerja sama dengan Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan nelayan lokal. Dari 11 penumpang, 7 selamat, beberapa korban meninggal, dan 1 dinyatakan hilang. Bangkai kapal ditemukan pada 6 Januari 2026, menjadi petunjuk penting dalam penemuan korban selanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut