Sosok Kapten Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Sulsel
- ANTARA/Azmi Samsul M
Bahkan, kini istri dan anak dari Andy telah bertolak ke Sulawesi Selatan pada Senin dini hari untuk memenuhi panggilan atas penemuan salah satu jasad korban kecelakaan tersebut.
"Kalau tidak salah sejak pagi/subuh tadi istri dan satu anaknya berangkat ke Bandara untuk menuju Makassar," kata dia.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Pada hari kedua operasi SAR, sejumlah serpihan-serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang belum teridentifikasi identitasnya telah ditemukan tim SAR gabungan di gunung setempat dalam operasi SAR.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh orang kru pesawat, dan tiga orang penumpang POB (Persons on Board). Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.
Sedangkan kru pesawat ada tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita. (Ant)
