19 Marinir Masih Hilang di Longsor Cisarua, 200 Anggota Lainnya Dikerahkan Lakukan Pencarian

Evakuasi korban bencana tanah longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Sumber :
  • Dok Jabar

Bandung Barat, VoxPop – Operasi pencarian besar-besaran terus dilakukan di lokasi longsor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di tengah cuaca yang masih tak bersahabat, TNI Angkatan Laut mengerahkan kekuatan penuh demi menemukan 19 personel Korps Marinir yang hingga kini masih tertimbun material longsor.

img_title Prabowo Ingatkan Pati TNI Jangan Jadi 'Jenderal Salon': Sesekali Sepatu dan Celananya Harus Kotor

Sebanyak 200 prajurit Marinir diterjunkan ke lokasi bencana. Mereka bahu-membahu bersama Tim SAR Gabungan, menyisir area latihan yang berubah menjadi medan evakuasi darurat sejak longsor terjadi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengungkapkan, total ada 23 personel Korps Marinir yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Bintang 4 Dapat Rp48,6 Juta

Untuk mempercepat proses pencarian terhadap 19 prajurit yang masih dinyatakan hilang, operasi SAR dilengkapi dengan teknologi dan peralatan khusus.

”TNI Angkatan Laut bersama unsur-unsur terkait, hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, thermal dan anjing pelacak,” ujarnya, Selasa, 27 Januari 2026.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kementerian Pertahanan

Para prajurit yang tertimbun longsor tersebut diketahui tengah melaksanakan latihan pratugas. Tunggul menegaskan, mereka merupakan personel terbaik Korps Marinir yang selama ini menunjukkan loyalitas dan dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada negara.

”TNI Angkatan Laut telah kehilangan 23 Prajurit Jalasena TNI AL Korps Marinir terbaik yang tertimpa musibah tanah longsor saat melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026,” katanya.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi institusi TNI AL. Tunggul memastikan, seluruh hak para prajurit yang gugur beserta keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain santunan, pendampingan juga terus diberikan kepada keluarga korban.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, longsor dipicu oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Bencana itu tak hanya menimpa personel Korps Marinir, namun juga berdampak luas terhadap warga sekitar. Puluhan warga dilaporkan hilang, sementara belasan lainnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Ilustrasi prajurit TNI AU

Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tukin TNI, Singgung Nasib Guru dan Nakes di Wilayah 3T

Menurut Prasetyo, tukin merupakan komponen kesejahteraan yang berlaku di seluruh kementerian dan lembaga, meskipun besarannya berbeda sesuai kebijakan yang berlaku pada m

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut