Hakim Nilai Dakwaan Tak Penuhi Syarat, Sidang Kasus Budi Dihentikan Berdasarkan KUHP Baru
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Budi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis 29 Januari 2026 berakhir dengan putusan sela yang menguatkan peran hakim sebagai penjaga hukum acara.
Majelis hakim resmi mengabulkan eksepsi tim penasihat hukum dan menyatakan perkara tidak dapat dilanjutkan ke tahap pembuktian.
Dengan dikabulkannya perlawanan tersebut, pemeriksaan pokok perkara dihentikan dan terdakwa berhak segera bebas dari tahanan.
Putusan sela ini merupakan mekanisme formal yang diatur dalam hukum acara pidana untuk memastikan dakwaan jaksa sah, tepat, serta memenuhi syarat sebelum perkara diperiksa lebih jauh.
Budi menyampaikan rasa syukurnya setelah mendengar putusan. “Terima kasih kepada majelis hakim yang telah menegakkan keadilan. Ini sesuai undang-undang dan Pancasila. Saya tidak bersalah, dan akhirnya bisa kembali ke keluarga,” ujarnya.
Di luar ruang sidang, kuasa hukum Budi, Faomasi Laia, menilai majelis hakim telah menunjukkan sikap profesional dan konsisten pada aturan perundang-undangan, khususnya setelah berlakunya KUHP baru pada 2 Januari 2026.
Ia mengapresiasi keberanian hakim menegakkan hukum tanpa intervensi dan menjunjung asas independensi peradilan.
“Majelis hakim sangat berintegritas dan mampu menjadi benteng terakhir bagi kepastian hukum. Ini bukti bahwa peradilan bekerja sesuai koridor. Malam ini atau besok, klien kami dinyatakan bebas karena perkara dihentikan,” kata Faomasi.
Menurutnya, penuntutan terhadap Budi semestinya tidak dapat dilanjutkan karena sudah melampaui tenggat waktu sebagaimana diatur dalam Pasal 136 dan 137 KUHP baru, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Kedua pasal tersebut menegaskan bahwa kewenangan penuntutan hapus apabila masa kedaluwarsa telah lewat.
Faomasi juga menyoroti Pasal 3 KUHP baru mengenai asas lex favor reo, yang mengharuskan penggunaan aturan yang lebih menguntungkan terdakwa ketika terjadi perubahan undang-undang. Bila suatu perbuatan tidak lagi dikategorikan sebagai tindak pidana atau memenuhi alasan peniadaan pidana, proses harus dihentikan demi hukum.
Duduk Perkara
Pada persidangan sebelumnya, Budi menjelaskan bahwa tindakannya adalah bentuk pembelaan diri. Ia mengaku mendapat ancaman dan kata-kata kasar terkait keluarganya dari pelapor, Suhari alias Aoh.
“Dia mengancam mau membunuh keluarga saya, bahkan mau memperkosa ibu dan kakak saya,” kata Budi dengan suara bergetar.
