Istana Respons Siswa SD Gantung Diri di NTT, Perintahkan Kades Proaktif Pantau Kelompok Rentan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi
Sumber :
  • Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

VoxPop Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, mengingatkan pemerintah daerah termasuk kepala desa dan kepala dusun untuk aktif selalu memantau keadaan warganya, khususnya mereka yang merupakan kelompok rentan.

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Istana merespons insiden tragis yang dialami seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara, tewas gantung diri karena keterbatasan ekonomi. Menurut Prasetyo, langkah proaktif pemerintah daerah menjadi salah satu cara agar insen itu tidak terulang kembali ke depannya. 

"Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring, dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu malam, 4 Februari 2026.

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

Pras -- sapaan akrab Prasetyo -- mengatakan pemerintah daerah wajib proaktif mengecek keadaan warganya untuk menunjukkan kehadiran negara terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrim dan miskin.

Pras pun berjanji pemerintah akan memikirkan cara-cara untuk mencegah insiden yang terjadi di NTT itu kembali terjadi. Sejauh ini, Pras menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

img_title Pihak Kampus Jenguk Mahasiswi yang Dikabarkan Depresi Usai Sidang Skripsi Batal 12 Kali

"Kami memastikan kalau pun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan terutama yang paling bawah sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Prasetyo Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Pras menyatakan insiden di NTT itu pun menjadi bahan evaluasi kebijakan terkait penghapusan kemiskinan yang saat ini berjalan. "Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," ujar Pras.

Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama *
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut