Sama-sama Mengemban Misi Intelijen, Ini Beda BAIS TNI dan Baintelkam Polri

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sumber :
  • ANTARA/M Fikri Setiawan

Jakarta, VoxPop - Dalam dunia intelijen, informasi adalah senjata yang sama mematikannya dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Di Indonesia, garda terdepan dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi strategis berada di pundak Badan Intelijen Negara (BIN).

img_title Polri Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia, Bawa 9.162 Butir Diupah Hanya Rp700 Ribu

Meski begitu, BIN tidak bekerja sendiri. Ada dua badan serupa yang membantu. Keduanya yaitu Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI dan Badan Intelijen dan Keamanan atau Baintelkam Polri.

Kendati demikian, ada perbedaan tugas dan fungsi antara BAIS TNI dan Baintelkam Polri, meski sama-sama mengemban misi intelijen. Berikut ini penjelasannya, berdasarkan data yang diolah:

img_title Daftar Jenderal Bintang 3 Polri Pensiun Tahun Ini, Ada Karyoto hingga Fadil Imran

Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran dan berada langsung di bawah komando Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.

Berbeda dengan lembaga intelijen lainnya, fokus utamanya adalah pada aspek pertahanan negara, baik dari ancaman luar negeri maupun stabilitas internal yang berdampak pada kedaulatan militer.

img_title Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolres, Ini Daftar Nama yang Dapat Jabatan Baru

Secara struktural, BAIS TNI dipimpin oleh seorang perwira tinggi bintang tiga (Letnan Jenderal, Laksamana Madya, atau Marsekal Madya) yang bertanggung jawab langsung kepada Panglima TNI. BAIS TNI menjalankan tiga fungsi utama yang dikenal sebagai "Tri Dharma" intelijen militer:

1. Penyelidikan (Investigation): Kegiatan mencari dan mengumpulkan data mengenai kekuatan, kemampuan, dan niat aktor luar negeri atau kelompok tertentu yang berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia.

2. Pengamanan (Security): Bertanggung jawab memastikan personel, material, dokumen, dan kegiatan TNI aman dari upaya spionase atau sabotase pihak lawan.

3. Penggalangan (Conditioning): Dilakukan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kepentingan pertahanan nasional melalui diplomasi militer maupun operasi psikologis yang terukur.

Salah satu keunikan BAIS TNI adalah keberadaan Direktorat yang membawahi Atase Pertahanan (Athan). Para perwira BAIS dikirim ke berbagai kedutaan besar Indonesia di seluruh dunia untuk menjalankan fungsi diplomasi militer dan menjadi sensor terdepan dalam memantau perkembangan militer global.

Badan Intelijen dan Keamanan atau Baintelkam Polri. Mengutip Jurnal Litbang Polri, Baintelkam merupakan sebuah badan pengemban ‘Fungsi Intelijen’ keamanan Polri yang berperan dalam memberikan masukan kepada pimpinan tentang perkembangan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut