Polisi Sebut Warga Sipil Tak Terlibat di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin (tengah)
Sumber :
  • Foe Peace/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Polisi tak menemukan bukti keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

img_title Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras Andrie Yunus dilimpahkan ke Puspom TNI karena adanya keterlibatan prajurit TNI.

img_title Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita 45 Tahun di Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

"Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan," kata Iman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa, 31 Maret 2026.

Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus

Photo :
  • ANTARA/Ilham Kausar
img_title Kasus SPG Direkam Diam-diam Jadi Konten Berbuntut Panjang, Polisi Mulai Selidiki

Namun, dia mengatakan bahwa setiap penegakan hukum yang dilakukan akan selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan.

Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama berdoa untuk kesembuhan Andrie Yunus dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak atas seluruh masukan dan koreksi terhadap kepolisian.

"Seluruh masukan dan koreksi yang akan menjadi pedoman dan obat bagi kami untuk kami berbuat lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat, bangsa, negara," kata dia.

Diketahui, sebanyak empat prajurit TNI terlibat dalam aksi penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Hal tersebut diungkap Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto. Yusri mengaku baru mendapatkan informasi terkait dugaan keterlibatan empat prajurit TNI itu pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi.

"Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma Bais TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Yusri dalam konferensi pers, Rabu, 18 Maret 2026.

Yusri menuturkan, keempat prajurit TNI itu sudah diamankan. Pihaknya pun tengah mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras ke Andrie Yunus.

"Jadi kita juga masih mendalami apa nih motifnya dari empat yang diduga pelaku tadi," tutur dia.

Luka yang diderita Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus buntut disiram air keras

Photo :
  • Foe Peace/VoxPop

Atensi Presiden Prabowo

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut