Cara Pengurus Baru IPMG Perkuat Komitmen Ketersediaan Obat Inovatif
- Dok. Istimewa
IPMG menjunjung tinggi standar etika sebagai fondasi kepercayaan, kesejahteraan pasien, dan sistem kesehatan yang berfungsi dengan baik. Upaya pencegahan korupsi serta interaksi yang bertanggung jawab di seluruh ekosistem kesehatan menjadi kunci dalam menjaga integritas, memperluas akses pasien terhadap obat berkualitas, serta melindungi kepentingan masyarakat.
IPMG mengacu pada Code of Practice dari International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA) yang mengatur interaksi dengan tenaga kesehatan, institusi medis, dan organisasi pasien secara global.
IPMG tetap berkomitmen untuk bekerja secara kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia, meningkatkan luaran kesehatan pasien, serta mendorong daya saing nasional.
IPMG meyakini bahwa kesehatan bukanlah biaya, melainkan investasi strategis—yang esensial untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing global.
IPMG adalah asosiasi yang terdiri dari 25 perusahaan farmasi multinasional berbasis riset di Indonesia. Beberapa Anggota IPMG diantaranya Abbott, Actavis, APL, AstraZeneca, B Braun, Bayer, Baxter, Boehringer Ingelheim, Daewoong, Eisai, GSK, Menarini, Merck, Mitsubishi Tanabe, MSD, Meiji, Novartis, Novo Nordisk, Organon, Otsuka, Pfizer, Roche, Servier, Takeda, dan Wellesta.
