Kakorlantas: Kolaborasi dan Pendekatan Humanis Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho
Sumber :
  • dok Korlantas Polri

Jakarta, VoxPop - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan humanis yang mengedepankan keselamatan masyarakat. 

img_title Polri Tepis Isu Bakal Ada Demo Besar-besaran Imbas Mal Dipasang Pagar, Pastikan Situasi Jakarta Kondusif

Menurut Kakorlantas, Operasi Ketupat bukan sekadar pengaturan arus lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan yang memastikan masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dan balik dengan aman, nyaman, dan selamat. 

Ia menekankan bahwa negara hadir dalam seluruh rangkaian momen penting, mulai dari Ramadan, Idul Fitri, hingga pergerakan arus besar masyarakat.

img_title Polri Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia, Bawa 9.162 Butir Diupah Hanya Rp700 Ribu

“Operasi Ketupat adalah operasi sosial dan spiritual. Negara hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ini berjalan aman dan lancar,” kata Agus.

Ia menjelaskan, salah satu kunci utama keberhasilan tahun ini adalah penerapan predictive traffic policing berbasis data. Berbagai rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way lokal hingga one way nasional diterapkan secara terukur berdasarkan parameter seperti traffic counting dan rasio volume kendaraan.

img_title Daftar Jenderal Bintang 3 Polri Pensiun Tahun Ini, Ada Karyoto hingga Fadil Imran

“Setiap kebijakan tidak diambil secara intuitif, tetapi melalui perhitungan yang matang dan berbasis data. Ini membuat pengelolaan arus mudik dan balik tetap terkendali meski terjadi lonjakan tertinggi sepanjang sejarah,” ungkap Agus.

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti ETLE drone hingga V-Tol turut mendukung pengawasan arus lalu lintas secara real time, baik di jalan tol maupun arteri.

Dari sisi keselamatan, Agus mengungkapkan adanya penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan hingga 31 persen secara nasional. 

Penurunan ini didukung oleh berbagai kebijakan strategis, seperti pembatasan kendaraan sumbu tiga serta penerapan program Work From Anywhere (WFA) yang membantu mengurai kepadatan arus.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Alhamdulillah, fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan, ini bukti bahwa upaya bersama berjalan efektif," ucap dia.

Agus juga menyoroti pentingnya lima klaster pengamanan dalam Operasi Ketupat, meliputi jalan tol dan arteri, tempat ibadah, simpul transportasi seperti pelabuhan dan bandara, hingga kawasan wisata. 

Seluruh klaster tersebut didukung oleh kehadiran pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

“Pelayanan yang humanis menjadi kunci. Bahkan di beberapa wilayah, pemudik roda dua difasilitasi untuk diangkut menggunakan kendaraan lain demi keselamatan,” kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut