Usai Kasus Bully Guru, Dedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di BPK Jawa Barat
Sumber :
  • tvOne

VoxPop – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan mengirim sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta ke barak militer setelah kasus perundungan terhadap guru viral di media sosial. 

img_title Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Apresiasi Keputusan Pemprov Selenggarakan Langsung MTQ Jabar

Keputusan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke sekolah di Purwakarta pada Selasa 21 April 2026, sebagai bagian dari upaya pembinaan bagi para siswa.

Sebanyak 39 siswa SMP nakal di Purwakarta dimasukan ke barak militer

Photo :
  • Disdik Purwakarta
img_title Pemprov Jabar Ambil Alih Pelaksanaan MTQ Jabar 2026

“Mereka kan harus dibina, harus mengajar yang tidak baik jadi yang baik,” ujar Dedi, dikutip melalui YouTube pribadinya.

Sebelumnya, sembilan siswa itu sempat direncanakan mendapat hukuman skorsing. Namun, pihak sekolah membatalkan kebijakan tersebut dan menggantinya dengan hukuman sosial berupa kerja bakti di lingkungan sekolah.

img_title Sosok Risya Azzahra Natakusumah, Anak Wagub Banten Dituding Pakai APBN untuk Nonton KPop, Dua Kali Gagal Jadi Caleg

Para siswa kini diwajibkan membersihkan fasilitas sekolah, termasuk toilet, setiap hari selama tiga bulan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pembinaan dari guru bimbingan konseling (BK) sebagai bagian dari proses perbaikan perilaku.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi melihat langsung aktivitas para siswa yang sedang menjalani pembinaan. Delapan siswa terlihat mengikuti kegiatan mengaji, sementara satu siswa lainnya membaca kitab sesuai keyakinannya. Kondisi tersebut disambut positif oleh Dedi.

Berdasarkan keterangan guru BK, sembilan siswa yang terlibat terdiri dari tiga laki-laki dan enam perempuan dengan latar belakang keluarga yang dinilai tidak memiliki masalah, baik secara psikologis maupun ekonomi. Sebagian besar orang tua siswa juga disebut mendukung langkah pembinaan yang diberikan sekolah.

Guru BK menyebutkan bahwa pembinaan telah dimulai sejak Senin 20 April 2026, diawali dengan kegiatan bersih-bersih dan dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan. Orang tua siswa disebut menerima pembinaan tersebut.

Meski demikian, para siswa sempat mengalami kondisi syok dan tertekan setelah kasus tersebut viral. Namun, menurut pihak sekolah, kondisi mereka kini mulai membaik dan mampu menjalani proses pembinaan.

Sebagai langkah lanjutan, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa sembilan siswa tersebut akan mengikuti program pembinaan di barak militer pada Juni 2026. Program tersebut direncanakan berlangsung di markas Marinir di Jakarta dan akan diikuti bersama pengurus OSIS.

"Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua osis yang sekarang," sebut Dedi Mulyadi.

Kacamata pintar.

Membongkar Kacamata Pintar untuk Rekam Video: Di Balik Kemudahannya Tersimpan Risiko Penyalahgunaan

Kacamata pintar makin populer untuk merekam video. Simak manfaat, risiko penyalahgunaan, serta pelajaran dari kasus perekaman tanpa izin yang memicu perdebatan privasi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut