Peredaran Narkoba di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Dikerahkan

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (tengah)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Pekanbaru, VoxPop – Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri dan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam memerangi narkoba. Hal itu ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu, 25 April 2026.

img_title Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Ajukan Banding

Apel tersebut menjadi penegasan bahwa perang terhadap narkoba di Riau telah memasuki fase serius, seiring meningkatnya ancaman yang kini tak lagi berskala lokal, melainkan lintas negara.

Kegiatan ini diikuti oleh kekuatan lintas sektor. Dari unsur TNI hadir gabungan Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Sementara dari Polri melibatkan berbagai satuan, mulai dari Brimob, Samapta, Polairud, Lalu Lintas, hingga fungsi Reserse Kriminal Umum, Reserse Kriminal Khusus, dan Reserse Narkoba.

img_title Jauh dari Tuntutan Jaksa, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

Tak hanya itu, apel juga melibatkan berbagai instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kesbangpol, Satpol PP, Bea Cukai, Lembaga Pemasyarakatan, Avsec, hingga elemen masyarakat seperti Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam amanatnya menegaskan bahwa kejahatan narkotika di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan karena melibatkan jaringan internasional.

img_title Sabu 7 Kg Disembunyikan di Dalam Tanah dan Kebun Sawit, Polisi Kejar Pemasok

“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau,” ujar Hariyanto.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut membutuhkan langkah luar biasa, termasuk kolaborasi lintas sektor yang konkret untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita dari ancaman narkoba,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolda Riau Herry Heryawan menyebut pembentukan Satgas Anti Narkoba sebagai langkah strategis dalam memperkuat respons negara terhadap ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Menurutnya, peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu menjadi alarm serius bahwa persoalan narkoba tak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini adalah jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,” ujar Kapolda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut