AHY Buka Pintu untuk Rusia Garap Proyek Kereta Raksasa RI, dari Sumatra hingga Kalimantan

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Stasiun Bekasi Timur
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Rusia, VoxPop – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk terlibat dalam pembangunan jaringan kereta api strategis nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

img_title Kader Demokrat Aceh Diminta Jaga Soliditas dan Hormati Proses Musda

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Indonesia membutuhkan ekspansi jaringan perkeretaapian dalam skala besar guna mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat keterhubungan antarpulau.

Menurut AHY, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau menjadikan sektor transportasi sebagai elemen penting dalam menjaga konektivitas nasional. Selain menghubungkan masyarakat, transportasi juga berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi dan memperkuat persatuan nasional.

img_title Sampaikan Bela Sungkawa soal Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II, AHY: Segera Investigasi!

"Indonesia membutuhkan pengembangan jaringan kereta api yang signifikan untuk memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan aksesibilitas di berbagai wilayah," kata AHY dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.

Rusia Diajak Terlibat dalam Proyek Kereta Trans Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan

img_title AHY Beberkan Misi Besar Pemerintah, Kawasan Transmigrasi Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah menawarkan kesempatan kepada perusahaan Rusia untuk ikut berpartisipasi dalam sejumlah proyek koridor kereta api strategis yang tengah dipersiapkan Indonesia.

Beberapa proyek yang ditawarkan meliputi:

Ketiga proyek tersebut dipandang memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Keterlibatan perusahaan Rusia tidak hanya terbatas pada pembangunan jalur kereta api. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor pendukung yang berkaitan dengan industri perkeretaapian.

Kerja Sama Teknologi hingga Kereta Cepat

AHY menjelaskan bahwa ruang kolaborasi yang ditawarkan mencakup pengembangan teknologi perkeretaapian, manufaktur sarana dan komponen infrastruktur, hingga rekayasa sistem transportasi modern.

Beberapa bidang kerja sama yang menjadi fokus antara lain:

  • Pengembangan teknologi perkeretaapian
  • Produksi sarana kereta dan komponen infrastruktur
  • Rekayasa kereta cepat
  • Pengembangan sistem kereta angkutan berat (heavy-haul rail)
  • Peningkatan standar operasional dan keselamatan
  • Pengembangan transportasi rel rendah emisi karbon
  • Pelatihan sumber daya manusia
  • Riset dan pengembangan sektor transportasi

Menurut AHY, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi sistem transportasi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

Pengalaman Rusia Dinilai Berharga untuk Indonesia

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem transportasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan. Kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai kota besar Indonesia.

Ia menilai pengalaman Rusia dalam mengelola transportasi publik dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia, terutama dalam pengembangan sistem angkutan massal berbasis rel.

Salah satu contoh yang disebut adalah Metro Moskow yang selama ini dikenal sebagai salah satu jaringan transportasi publik terbesar dan tersibuk di dunia.

Menurut AHY, pengalaman Rusia dalam mengoperasikan sistem transportasi massal dapat memberikan wawasan berharga bagi Indonesia yang saat ini tengah memperluas layanan transportasi perkotaan.

Indonesia Terus Kembangkan MRT, LRT, dan Kereta Komuter

Pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan berbagai moda transportasi berbasis rel untuk menjawab tantangan kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Pengembangan tersebut mencakup sejumlah proyek strategis seperti:

  • Mass Rapid Transit (MRT)
  • Light Rail Transit (LRT)
  • Kereta rel komuter

Berbagai proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di kawasan metropolitan.

Selain mengurangi kemacetan, pengembangan transportasi publik juga diharapkan dapat menekan emisi karbon serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Dibahas Langsung dalam Pertemuan AHY dan Menteri Transportasi Rusia

Peluang kerja sama sektor transportasi tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara AHY dan Menteri Transportasi Rusia Andrey Nikitin di Moskow.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang infrastruktur dan konektivitas.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya pada sektor transportasi yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing kedua negara melalui pembangunan infrastruktur yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Menhub menyatakan pemerintah menjajaki potensi investasi dari dalam dan luar negeri, termasuk Rusia dan China untuk pembangunan jaringan rel kereta api Trans-Kalimantan.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut