Edison Menyusul! Daftar 4 Bupati Muara Enim yang Berakhir di Tangan KPK dalam 6 Tahun

Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison
Sumber :
  • ANTARA/HO-Diskominfo Muara Enim

Dalam persidangan terungkap Ahmad Yani menerima suap sebesar Rp3,1 miliar dari kontraktor Robi Okta Fahlefi. Sejumlah pihak lain turut diproses hukum, termasuk pejabat Dinas PUPR dan pihak kontraktor.

img_title Pengungkapan Kasus Korupsi Dinilai Upaya Pemerintah Benahi Kementerian dan Lembaga

Awalnya Ahmad Yani divonis lima tahun penjara. Namun, Mahkamah Agung kemudian memperberat hukumannya menjadi tujuh tahun penjara pada tingkat kasasi. Saat ditangkap, Ahmad Yani baru beberapa bulan menjabat sebagai bupati hasil Pilkada 2018.

3. Juarsah

img_title Misteri Keberadaan Harun Masiku Jadi Beban Berat KPK, Minta Masyarakat Bantu Pencarian

Juarsah merupakan Wakil Bupati Muara Enim yang mendampingi Ahmad Yani. Setelah Ahmad Yani tersandung kasus korupsi, posisi bupati sempat diisi pejabat sementara sebelum akhirnya Juarsah dilantik sebagai Bupati Muara Enim pada Desember 2020.

Namun masa jabatannya tidak berlangsung lama. Pada Februari 2021, KPK menetapkan Juarsah sebagai tersangka karena terbukti menerima bagian dari aliran dana suap proyek yang sebelumnya menjerat Ahmad Yani.

img_title Harta Kekayaan Setya Budi Dias Oktavianto, Staf KPK Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Cuma Punya Satu Mobil

Dalam fakta persidangan, Juarsah diketahui menerima uang sebesar Rp2,5 miliar. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang kemudian menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadapnya pada Oktober 2021.

4. Edison

Nama terbaru dalam daftar tersebut adalah Edison, Bupati Muara Enim periode 2025-2030 yang dilantik pada Februari 2025 bersama Wakil Bupati Sumarni.

KPK melakukan OTT di Sumatera Selatan pada 8 Juni 2026 dan mengamankan sepuluh orang yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta pihak swasta. Edison termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Selain menangkap para pihak terkait, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Hingga kini, lembaga antirasuah masih mendalami perkara tersebut dan belum mengungkap secara rinci seluruh konstruksi kasusnya.

Penangkapan Edison menambah catatan kelam Kabupaten Muara Enim. Dalam rentang enam tahun, empat bupati yang pernah memimpin daerah penghasil batu bara tersebut harus berhadapan dengan proses hukum akibat dugaan tindak pidana korupsi. Kasus terbaru ini sekaligus menjadi OTT ke-12 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein

KPK Tegaskan Penanganan Kasus Febrie Murni di Kejagung: Kami Hanya Kebagian Tempat Penahanan Saja

Febrie Adriansyah resmi ditahan di rutan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana TPPU, Jumat, 24 Juli 2026 malam.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut