Basuki Tegaskan Belum Ada Dampak Pelemahan Rupiah pada Proyek IKN: Kontraktor Tak Mengeluh

Wakil Kepala BIN Komjen Pol. (Purn) Imam Sugianto dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di City Hall, Kantor Otorita IKN.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Zendy Pradana

Jakarta, VoxPop – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono mengatakan belum ada dampak signifikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada proyek pembangunan IKN.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ia menambahkan, hingga kini belum ada keluhan dari para kontraktor terkait kenaikan harga material maupun biaya operasional akibat fluktuasi mata uang tersebut.

"Belum. Belum ada (keluhan). Belum ada eskalasinya," ujar Basuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

Istana Negara IKN

Photo :
  • Citra - Biro Pers Sekretariat Presiden

Di sisi lain, Basuki menjelaskan penyesuaian harga mengikuti kebijakan nasional. Namun, hingga saat ini kondisi tersebut belum terjadi sehingga pihaknya tetap menjalankan kontrak sesuai kesepakatan awal.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

Terkait ketersediaan logistik, Basuki memastikan bahwa pasokan bahan material di lapangan masih stabil.

Ia menekankan bahwa belum ada laporan mengenai kendala suplai maupun lonjakan harga bahan bangunan di kawasan IKN.

"Belum ada, belum ada komplain itu (soal suplai dan harga material)," pungkasnya.

Sebelumnya, Basuki meminta tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun di 2027. Usulan penambahan anggaran itu akan digunakan buat target pembangunan IKN pada 2028 mendatang.

Usulan itu disampaikan Basuki saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juni 2026. Ia menjelaskan kebutuhan anggaran OIKN tahun 2027 sebesar Rp22,2 triliun.

"Telah dialokasikan dalam pagu indikatif sebesar Rp6,7 triliun, sehingga masih terdapat kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun," kata Basuki.

Istana Negara IKN

Photo :
  • Citra - Biro Pers Sekretariat Presiden

Dia menjelaskan penambahan anggaran itu bakal digunakan untuk pembangunan IKN batch kedua untuk tahun 2025, 2026, 2027 sebesar Rp7,4 triliun dan pembangunan batch 3 sebesar Rp8 triliun untuk kontrak tahun jamak 2026-2028.

"Sehingga tujuan dari Perpres 79/2025 tahun 2025 untuk menjadikan kawasan IKN menjadi ibu kota negara tahun 2028," kata dia.

Inilah yang Dibahas Destry Damayanti Saat Bertemu Prabowo di Istana

PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Selain era suku bunga tinggi, ada pula masih memanasnya konflik di Timur Tengah saat ini. Sebab, akan memengaruhi harga komoditas dunia, khususnya minyak mentah.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut