Prabowo Pernah Datangi Aburizal Bakrie, Minta RI Tak Impor Beras

Presiden RI Prabowo Subianto di acara Puncak PENAS XVII di Gorontalo
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku pernah menghadap Aburizal Bakrie saat masih menjabat sebagai Menko bidang Perekonomian pada 2004-2005 lalu.

img_title Qodari soal Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Turun: Penting Bagi Pemerintah untuk Koreksi

Saat itu, Prabowo yang merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) datang karena ada kabar pemerintah ingin impor beras.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

img_title 100 Ribu Orang Bakal Padati Monas, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Zikir dan Doa Kebangsaan

"Waktu itu saya Ketua Umum HKTI, saya menghadap Menko Perekonomian waktu itu namanya adalah Aburizal Bakrie. Waktu itu pemerintah mau impor beras," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo menjelaskan, dirinya menghadap ke Aburizal Bakrie dan memohon agar Indonesia tidak impor beras. Terlebih, pada saat itu, petani Indonesia akan panen raya.

img_title Kadin Puji Kepemimpinan Prabowo: Sangat Visioner dan Strategis

"Saya sebagai Ketua Umum HKTI, saya menghadap dan saya mengimbau janganlah mengimpor beras. Apalagi impor beras pada saat petani mau panen raya," jelasnya.

Dia menyebut impor beras akan membuat harga beras di petani hancur. Selain itu, dia juga mengaku prihatin karena banyak pakar yang dinilai pintar namun tidak membela petani.

"Hancur harga untuk petani. Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal. Waktu itu banyak pakar-pakar yang pinter-pinter, tapi sekarang masih menganggap dirinya pinter, mengatakan, untuk apa kita membela petani Indonesia?" tutur Prabowo.

"Ini kata-kata beliau, bukan Pak Abu Rizal Bakrie tapi salah satu penasihatnya. Kalau petani Indonesia tidak efisien. Itu kata beliau. Kalau petani Vietnam lebih efisien, lebih baik kita beli beras dari Vietnam. Itu pandangan orang-orang pintar itu, saudara-saudara," sambungnya.

Prabowo mengaku kaget mendengar ucapan dari pakar tersebut. Menurutnya, para pakar tersebut tidak mengerti arti negara dan tujuan Indonesia merdeka.

"Saya kaget. Saya kaget dan saya sedih. Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara, tidak mengerti apa arti bernegara, tidak mengerti kenapa kita mau merdeka. Kita berjuang ratusan tahun untuk mendirikan negara merdeka agar rakyat kita sejahtera," pungkas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto

Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Qodari mengatakan pemerintah menghargai setiap hasil survei yang dibuat oleh lembaga independen. Dia menegaskan pemerintah menjadikan hasil survei itu jadi masukan.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut