Pemerintah Pastikan Tarif KRL Tak Naik, Penumpang Justru Berpeluang Nikmati Ongkos Lebih Murah Lewat Integrasi
- Antara
- Mikrotrans
- Transjakarta
- LRT Jakarta
- MRT Jakarta
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya tanpa harus membayar tarif penuh secara terpisah selama masih berada dalam batas waktu yang ditentukan.
Sebagai contoh, pengguna Transjakarta dapat melanjutkan perjalanan menggunakan MRT Jakarta dengan tetap memanfaatkan tarif integrasi Rp10.000.
Sistem Pembayaran Dikelola JakLingko
Dedy menjelaskan, sistem pembayaran dalam skema tarif integrasi tetap menggunakan mekanisme yang selama ini telah berjalan.
Pengelolaan sistem pembayaran akan dilakukan oleh PT JakLingko Indonesia yang nantinya bertugas membaca aktivitas transit pengguna saat berpindah antar moda transportasi umum.
Dengan sistem tersebut, tarif perjalanan akan dihitung secara terintegrasi sehingga pengguna tidak dikenakan biaya terpisah untuk setiap moda yang digunakan.
"Mereka bisa menggunakan berbagai macam moda, baik menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, atau feeder termasuk Mikrotrans, dan itu dihitung hanya Rp10 ribu. Ini lebih murah, lebih efisien dibanding menggunakan parsial satu moda dengan moda yang lainnya," kata Dedy.
Pengguna KRL Jabodetabek Berpotensi Ikut Menikmati Tarif Terintegrasi
Kementerian Perhubungan berharap integrasi tarif tersebut nantinya tidak hanya berlaku bagi moda transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, tetapi juga dapat mencakup layanan KRL Jabodetabek.
Karena itu, pembahasan dengan PT Kereta Commuter Indonesia masih terus dilakukan untuk menyusun mekanisme integrasi yang dapat diterapkan bersama.
Apabila kesepakatan berhasil dicapai, pengguna KRL akan memperoleh kemudahan saat melanjutkan perjalanan menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta maupun Mikrotrans dalam satu sistem pembayaran dan tarif yang saling terhubung.
"Rencananya kami akan mengintegrasikan dengan KCI, kira-kira KRL yang ada di wilayah Jabodetabek ini, dan insya Allah mudah-mudahan nanti kalau memang sudah ada kesepakatan, karena ini memang perlu ada kesepakatan bersama. Kalau memang ada kesepakatan bersama kita bisa integrasi antara KRL dengan moda transportasi yang ada di wilayah DKI Jakarta," tutup Dedy. (Ant)
