Menkomdigi Ungkap Spam Komentar Promosi Judol Sasar Akun Influencer Daerah hingga Instansi Pemerintah

Menkomdigi Meutya Hafid.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop –Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, spam komentar yang berisi materi promosi judi online (judol) paling banyak ditemukan pada akun-akun media sosial pemengaruh (influencer) daerah yang memiliki interaksi tinggi. 

img_title Nekat! Penjaga Sekolah Peras Anak SD Buat Main Judol, Berujung Ditangkap Polisi

"Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi di Jakarta, Selasa.

Ia memaparkan, sebanyak 52 persen komentar judol yang terdeteksi ditemukan pada akun influencer daerah, 31 persen ditemukan di akun instansi pemerintah, 12 persen ditemukan di akun media massa, dan lima persen ditemukan di akun tokoh publik serta politisi.

img_title PPATK: Perputaran Dana Judi Online di Era Prabowo Catat Penurunan Pertama

Meutya menjelaskan akun pemengaruh daerah menjadi sasaran utama pelaku judol karena dinilai lebih efektif untuk menjangkau audiens. Akun-akun tersebut dianggap memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar operator judol.

"Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online," ujar Meutya.

img_title Tito Karnavian Ultimatum ASN Ketahuan Main Judi Online, Siap-siap Disanksi Turun Jabatan hingga Pidana

Selain itu, akun resmi milik instansi pemerintah dan media massa juga menjadi target karena akun-akun tersebut sulit untuk diblokir atau diputus aksesnya, baik oleh pemerintah maupun platform digital.

Hasil pemantauan pemerintah juga menunjukkan bahwa sebagian besar serangan spam komentar judol dilakukan menggunakan akun-akun yang sifatnya bodong atau dioperasikan oleh mesin maupun bot.

Kemkomdigi mencatat terdapat peningkatan komentar terkait judol sebanyak 128 persen dalam dua pekan terakhir (14-28 Juni 2026) dibandingkan dengan pemantauan Januari hingga 13 Juni 2026.

"Kami umumkan (penemuan spam komentar judol) yang paling banyak ada di lima platform media sosial terutama di TikTok tercatat 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, X 5 persen," kata Meutya. (Ant)

Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta

Transaksi Judol Turun, DPR Ingatkan Penegakan Hukum Tak Boleh Kendor

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta merespons positif turunnya perputaran dana judi online (judol) pada 2025. Dia pun mengingatkan pembasmian judol tak boleh berhenti.

img_title
VoxPop.co.id
29 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut