Lewat Buku 'Menuju Timika yang Menyala', Alfian Akbar Bedah Kebijakan Otsus Papua

Aktivis sekaligus Ketua Komisi I DPRK Mimika Fraksi PDIP Alfian Akbar melaunching buku 'Menuju Timika yang Menyala'
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Tokoh pemuda sekaligus politisi asal Kabupaten Mimika, Alfian Akbar Balyanan baru saja merilis karya intelektual terbarunya yang bertajuk ‘Menuju Timika yang Menyala’. 

img_title Zulhas Pastikan SPPG Baru Segera Dibuka, Wilayah dengan Stunting Tinggi Jadi Prioritas MBG

Acara peluncuran ini menjadi momentum diskursus publik yang tajam dalam mengevaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) dan arah pembangunan di Tanah Papua

Peluncuran buku tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diisi dengan diskusi publik yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan. 

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Anggota DPRK Mimika Jalur Otsus, Dominggus Kapiyau, serta akademisi Habelino Seradora Sawaki turut hadir membedah isi buku tersebut. Acara ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Mimika Yohanis Michael Yanwarin, jajaran Forkopimda, perwakilan OKP Cipayung, hingga para pimpinan KNPI.

Gagasan yang tertuang dalam buku ini bukanlah pemikiran yang lahir secara instan. Alfian menjelaskan bahwa karyanya adalah bentuk konsistensinya dalam mengawal narasi pembangunan Papua yang telah ia rekam sejak delapan tahun silam.

img_title TNI Bantah Video Viral Prajurit Dobrak Kantor Bupati Intan Jaya, Sebut Rekaman Lama Tahun 2021

“Awalnya ini adalah tulisan-tulisan lama yang saya buat sejak sekitar tahun 2018. Setelah saya kumpulkan, ternyata cukup layak untuk dibukukan menjadi gagasan yang utuh. Akhirnya hari ini kita dapat meluncurkan Menuju Timika Yang Menyala,” kata Alfian, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.

Secara garis besar, buku ini lahir dari analisis kritis Alfian terhadap ketimpangan ekonomi, persoalan kemanusiaan, dan kebijakan afirmatif negara lewat Otsus Papua yang dinilai masih perlu dibenahi agar kesejahteraannya merata. 

“Papua hari ini berada di persimpangan jalan. Negara telah memberikan landasan melalui Otonomi Khusus sebagai instrumen afirmasi dan pemberdayaan. Namun, setelah lebih dari dua dekade, kita masih melihat berbagai persoalan struktural yang harus diselesaikan bersama,” tegasnya.

Untuk mengurai persoalan struktural tersebut, Alfian menyajikan enam isu strategis yang dirancang sebagai referensi komprehensif bagi para birokrat, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas. 

Keenam isu itu mencakup: tinjauan politik hukum Otsus, dorongan reformasi birokrasi demi tata kelola pemerintahan yang transparan, pentingnya pelayanan bantuan hukum bagi masyarakat akar rumput, pematangan konsolidasi demokrasi di Mimika, penyelesaian sengketa wilayah lewat pendekatan hukum dan sosiologis, hingga analisis dampak strategi pemekaran daerah terhadap ekonomi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut