Sekolah Rakyat Tingkat SD Disebut Sepi Peminat, Anggota DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Derta juga meminta agar pemerintah perlu memberikan fleksibilitas model Sekolah Rakyat, sehingga tidak seluruhnya diwajibkan menggunakan sistem berasrama. Di daerah yang memungkinkan, konsep sekolah reguler atau semi-boarding dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

img_title Anggota DPR: Ekspor Listrik Hijau Harus Berikan Nilai Tambah Maksimal bagi Indonesia

Selain itu penyelenggaraan asrama sebaiknya diprioritaskan bagi anak-anak yang memang menghadapi kondisi khusus, seperti yatim piatu, terlantar, berasal dari keluarga miskin ekstrem, korban bencana, atau tinggal di wilayah yang akses pendidikannya sangat terbatas.

Pemerintah juga perlu memperkuat pelibatan keluarga dalam proses pendidikan. Orang tua tidak boleh diposisikan hanya sebagai pihak yang menyerahkan anak kepada sekolah, tetapi harus menjadi mitra aktif dalam membangun karakter dan perkembangan anak.

img_title Pramono Mau Buat Sekolah Rakyat dengan Asrama, Bisa Tampung 1.000 Siswa

"Program Sekolah Rakyat merupakan ikhtiar yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, niat baik harus diwujudkan melalui desain kebijakan yang tepat. Pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga tentang cinta, perhatian, dan kehadiran keluarga dalam kehidupan anak," tutur Derta.

Anggota Komisi IX DPR, Pulung Agustanto

Anggota DPR Minta Program MBG Dievaluasi Secara Sistemik untuk Atasi Masalah Keracunan Berulang

Dalam upaya menciptakan sistem pencegahan yang berkelanjutan, Pulung mendorong dibentuknya mekanisme kontrol kualitas MBG yang bersifat independen di tingkat daerah.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut