TNI Ungkap Fakta soal Video Pendobrakan dan Pengambilan Komputer di Kantor Bupati Intan Jaya

Ilustrasi TNI
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VoxPop – Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah personelnya terlibat aksi pengambilan komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua, seperti narasi dan video yang ramai di media sosial.

img_title Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tukin TNI, Singgung Nasib Guru dan Nakes di Wilayah 3T

"Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta," kata Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Wirya menjelaskan potongan video yang ramai di media sosial itu merupakan peristiwa pada tahun 2021, saat kegiatan pemeriksaan keamanan di kantor bupati oleh Satgas Yonif 501/BY.

img_title Prabowo Ingatkan Pati TNI Jangan Jadi 'Jenderal Salon': Sesekali Sepatu dan Celananya Harus Kotor

Video tersebut sempat diunggah di beberapa akun platform media sosial Instagram, salah satunya akun@kata_rakyat.

Saat itu, personel satgas memeriksa keamanan kantor bupati karena mendapat laporan dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Bintang 4 Dapat Rp48,6 Juta

Dalam video yang viral tersebut, terlihat personel TNI mendobrak pintu di ruangan kantor bupati. Wirya menjelaskan aksi dobrak pintu itu tidak untuk mengambil komputer, seperti narasi yang beredar di media sosial.

"Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang," jelas Wirya.

Terkait peristiwa di tahun 2021 tersebut, Wirya memastikan pejabat berwenang saat itu, yakni Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro dan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, telah menyelesaikan persoalan tersebut secara musyawarah, termasuk penyelesaian terhadap fasilitas yang rusak.

Sementara itu, pada Jumat 24 Juli, berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, ada dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan di kantor bupati.

Namun, kejadian itu merupakan peristiwa yang berbeda dengan peristiwa yang melibatkan TNI di tahun 2021. Wirya memastikan kasus pada Jumat itu masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya.

"Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan," ujar Wirya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut